• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Proses Denuklirisasi AS dengan Korut Dilakukan Bertahap

23 February
12:06 2019
3 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Pakar  Politik  Hubungan Internatinal Teuku Rezasyah mengatakan Kesepakatan yang dicapai antara AS dan Korut antara lain menyebutkan kedua negara akan bekerja sama ke arah 'hubungan baru' dan Amerika Serikat akan memberikan 'jaminan keamanan' kepada Korea Utara.

Terkait senjata nuklir  yang menjadi isu utama Teuku memaparkan ”komitmen teguh dan kukuh kedua belah pihak untuk menuntaskan denuklirisasi Semenanjung Korea,” ucap Teuku saat dihubungi Pro 3 RRI pada Sabtu (23/2/2019).

Ia menyebutkan, dokumen yang ditandatangani tidak mengandung subtansi, khususnya tentang bagaimana denuklirisasi akan dicapai.

Namun, dalam konferensi pers usai pertemuan di singapore, Seperti dikutip dari BBC Trump mengungkapkan beberapa hal yang tidak tercakup dalam naskah kesepakatan.

Tentang denuklirisasi, Ia menjelaskan, Trump kata dia berpresepsi Kim sudah setuju hal itu akan 'diverifikasi', yang merupakan tuntutan utama AS sebelum pertemuan.

Selain itu, Kim juga telah memerintahkan stafnya agar membuat persiapan teknis pertemuan kedua ini dengan baik.

"Trump akan menunggu dengan itikad baik bersama-sama dengan AS, maju selangkah demi selangkah menuju tujuan yang ingin dicapai oleh kedua negara," ucap teuku.

Menurutnya, Negosiasi nuklir kedua negara terhenti sejak pertemuan Kim dan Trump di Singapura pada Juni 2018 lalu. Adapun kedatangan utusan Kim ke Washington menandai tanda-tanda upaya denuklirisasi yang sebelumnya belum disepakati.

Pertemuan kedua antara Kim dan Trump diperkirakan akan menjadi titik balik untuk meletakkan pondasi bagi perdamaian abadi di Semenanjung Korea.

Selain itu,” Korut juga ingin meningkatkan hubungan dengan AS terutama untuk menghidupkan kembali perekonomian negaranya,” paparnya.

Dijelaskan, sejauh ini, Kim telah menangguhkan uji coba nuklir dan rudal, serta membongkar situs uji coba nuklir di Korea Utara. Selain itu, dia juga mengambil langkah-langkah perdamaian seperti melepaskan tahanan Amerika.

Di sisi lain, Korea Utara meminta agar AS membuat langkah-langkah timbal balik.

Akan tetapi, dalam sebuah rekaman satelit menunjukkan bahwa Korea Utara masih menjalankan kompleks nuklir utamanya. Hal itu menimbulkan pertanyaan tentang komitmen Korea Utara untuk denuklirisasi.

Sementara itu, pejabat AS meminta Korea Utara mengambil langkah yang lebih signifikan terkait program senjata nuklir tersebut. Namun Korea Utara menolak, karena hal itu sama saja dengan memberikan koordinat bagi serangan militer AS terhadap fasilitas nuklirnya.

Diharapkan pertemuan kedua ini, akan terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak agar terpenuhnya pencapaian perdamaian semenanjung Korea .

“ untuk mencapai kesepakatan tersebut AS hendaknya melakukan perdamaian yang bertahap, sehingga proses denuklirisasi  berkomitmen bagi kedua belah pihak dan mencapai kesepakatan,” pungkas teuku.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00