• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sudut Istana

Presiden Tinjau Pasar Modern Bintaro Jaya, Guna Pastikan Harga Stabil

22 February
20:18 2019
3 Votes (5)

KBRN, Tanggerang Selatan : Selain Blusukan ke PD Pasar Jaya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dalam kegiatannya, Jum'at (22/2/2019), Presiden Joko Widodo juga kembali blusukan ke Pasar Modern Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. 

Setibanya disana, Kepala Negara disambut antusias masyarakat yang sedang melakukan aktivitas jual beli. Banyak yang berebut untuk bersalaman bahkan tak jarang  yang berswafoto. 

Aksi Blusukan di kedua Pasar tadi Diakui Presiden Jokowi untuk memastikan harga bahan pokok di pasar stabil. Terutama untuk komoditas beras yang akan memasuki masa panen pada awal Maret sampai April.

"Cek harga saja. Terutama memang tadi saya pikir ada lonjakan, terutama beras. Tapi relatif sangat stabil," kata Presiden kepada para jurnalis seusai acara Program Keluarga Harapan di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jum'at (22/2/2019).

"Ini mulai awal Maret mulai panen. Nanti mungkin pertengahan sampai April panen raya. Harga itu bukan hanya naik, turun pun juga harus dikendalikan. Keseimbangan itu yang sulit," lanjut Presiden.

Presiden mengaku bahwa menjaga keseimbangan harga antara petani dengan konsumen tidaklah mudah. Jika harganya terlalu murah, petani akan merugi. Sebaliknya, jika terlalu mahal maka masyarakat yang akan berteriak.

"Ini mengendalikan keseimbangan seperti ini tidak gampang. Mentan menyampaikan, panen yang ini kelihatannya lebih baik. Sehingga kita harus jaga. Karena di stok Bulog ini sekarang juga masih banyak. Tapi stok memang untuk cadangan strategis bencana, kalau gagal panen ada hama. Di petani sendiri ini sebentar lagi panen raya," tutur Kepala Negara.

Saat blusukan ke pasar, Presiden mengunjungi beberapa kios dagang, antara lain kios buah-buahan. Di sini Presiden menyempatkan membeli buah manggis, jeruk, dan salak dengan total harga Rp100 ribu. Presiden kemudian membeli satu kantong beras pandan wangi seberat 5 kilogram senilai Rp95 ribu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00