• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Farmasi Israel Jadikan Tahanan Palestina Sebagai Kelinci Percobaan

22 February
13:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palestina : Sejumlah perusahaan farmasi Israel menjadikan para tahanan Palestina sebagai kelinci percobaan.

Seorang profesor Israel, Nadera Shalhoub-Kevorkian ketika berbicara di Universitas Columbia di New York City, Amerika Serikat mengatakan, otoritas Israel mengeluarkan izin bagi perusahaan farmasi untuk melakukan tes obat kepada tahanan Palestina dan Arab, seperti dilaporkan Middle East Monitor, dalam keterangan yang didapat RRI, Jumat (22/2/2019).

Ia juga menyampaikan bahwa perusahaan perlengkapan militer Israel juga melakukan tes senjata terhadap anak-anak Palestina dan warga Palestina di Yerusalem.

"Seluruh ruang milik orang Palestina jadi laboratorium," kata Kevorkian.

"Penemuan produk dan layanan perusahaan keamanan yang disponsori negara dipicu oleh jam malam dan penindasan orang Palestina oleh angkatan bersenjata Israel," ujarnya.

Pada pekan lalu, otoritas Israel menolak menyerahkan jasad Fares Baroud, yang meninggal di dalam penjara Israel setelah menderita sejumlah penyakit. Keluarga korban khawatir Baroud telah dimanfaatkan untuk tes semacam itu dan Israel khawatir hal ini terungkap melalui investigasi forensik.

Sebagai catatan, surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth pada Juli 2017 melaporkan pernyataan ketua komisi parlemen, Dalia Itzik, mengaku bahwa Kementerian Kesehatan Israel telah mengizinkan perusahaan farmasi mengadakan tes obat baru kepada para tahanan. Diperkirakan ada 5 ribu tes yang telah dilakukan.

Pada Agustus 2018, Sekretaris Budaya Organisasi Buruh ACOD di Belgia, Robrecht Vanderbeeken memperingatkan penduduk di Jalur Gaza sedang menderita kelaparan parah hingga tewas, diracun, dan anak-anak diculik dan dibunuh untuk mendapatkan organ tubuh mereka.

Sebelumnya, Duta besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour mengatakan, jasad warga Palestina yang dibunuh pasukan keamanan dikembalikan tanpa kornea dan organ tubuh lainnya. (MEM)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00