• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Dua Nelayan Disandera, Komisi I DPR RI Merasa Prihatin

22 February
13:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Nasdem, Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra mengaku prihatin akan insiden kasus dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, Filipina.

"Sekali lagi saya prihatin dengan kasus ini, ini sudah dua bulan kok baru sekarang pemerintah baru diberitahu," katanya kepada Pro 3 RRI, Jumat (22/2/2019).

Menurutnya Abu Sayyaf melakukan penyanderaan tersebut karena sudah seperti mata pencaharian.

"Ini sudah jadi mata pencaharian penyanderaan, bukan lg motif politik," jelasnya.

"Nelayan kita lagi nyari ikan tau apa mereka tentang politik," lanjutnya.

Supiadin menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia tidak bisa bergerak sendiri harus koordinasi dengan Pemerintah Filipina. 

Pemerintah Indonesia, lanjut Supiadin, jangan terbiasa memberikan imbalan yang besar ketika ada penyanderaan terhadap warganya.

"Memang kita tidak bisa tindak sendiri harus ada koordinasi dengan pemerintah filpina. Jangan setiap pembebasan sandera selalu diberi imbalan, jangan imbalan yang besar, karena ini sudah pemerasan," tegasnya.

"Itu akan jadi modus mereka. Indonesia gampang bayar tebusan," lanjutnya.

Ia memberikan contoh negara Eropa waktu itu sampai harus merelakan warganya dikarenakan mereka tidak mau membayar. Disisi lain hal tersebut menjadi pelajaran bagi Abu Sayyaf.

"Tetapi saya yakin, pemerintah pasti akan berusaha tidak akan membiarkan itu," tandasnya.

Sebelumnya, sebuah video mengungkap penangkapan dua WNI asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, oleh kelompok Abu Sayyaf, Filipina, viral di media sosial, Rabu (20/2/2019).

Video yang berdurasi sekitar 34 detik tersebut memperlihatkan dua WNI diikat dan direkam untuk meminta bantuan Pemerintah Indonesia.

Dalam rekaman video tersebut tampak beberapa lelaki yang menggunakan penutup kepala sambil menenteng senjata laras panjang.

Dalam video tersebut, dengan mata tertutup kain hitam, WNI tersebut berbicara untuk meminta bantuan Pemerintah indonesia.

Namun, video itu terputus.

“Saya warga negara Indonesia, pekerjaan nelayan di Sabah"

"Saya kena tangkap oleh Abu Sayyaf, Filipina, di laut"

"Saya minta Pemerintah Indonesia, terutama Presiden dan Pak Dadang...,” kata lelaki tersebut.

Video ini pertama kali disebar oleh akun Facebook dengan nama Kim Hundin.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00