• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Merasakan Keberagaman dalam Ribuan Porsi Lontong Cap Go Meh di Malang

19 February
13:41 2019
2 Votes (4.5)

KBRN, Malang: Sedikitnya 3 ribu porsi lontong sayur dibagikan secara gratis dalam peringatan Cap Go Meh yang digelar di Klenteng Eng An Kiong Malang, Selasa (19/2/2019). Tak hanya warga Tionghoa, namun ribuan warga Malang dari berbagai suku dan agama ikut berbaur menikmati lontong yang dipadukan dengan sayur rebung, telur, dan ayam ini. 

Humas Klenteng Eng An Kiong Malang, Bunsu Anton Triyono mengungkapkan, ribuan porsi lontong Cap Go Meh ini sengaja disiapkan bagi smua warga yang ikut merasakan lontong sayur yang disiapkan oleh pihak klenteng. "Semua orang bisa menikmati, kami tidak memandang suku, ras, dan agama," kata Bunsu Anton.

Menurutnya, perayaan Cap Go Meh dilakukan umat Konghucu pada 15 hari setelah perayaan Imlek. Bagi-bagi lontong Cap Go Meh ini sebagai bentuk rasa syukur datangnya musim semi di muka bumi. "Perayaan makan bersama ini bentuk kebersamaan kita. Berbahagialah kita sebagai bangsa Indonesia dengan beragam suku bangsa, semua bisa ikut merasakan maka lontong," tuturnya.

Pemilihan menu lontong dalam perayaan Cap Go Meh ternyata memiliki makna tersendiri. Lontong yang berbahan dasar beras adalah makanan pokok orang Indonesia. Sementara lontong adalah nasi yang tidak bisa tercerai berai dari butir ke butir. "Lontong merupakan satu kumpulan beras yang erat dan bisa dibawa kemana-mana karena terbungkus daun pisang," ungkap Bunsu Anton.

"Lontong ini wujud persatuan kita sebagai warga Indonesia yang beragam. Sebenarnya di Cina tidak ada perayaan Imlek dengan makan lontong bersama, ini hanya ada di Indonesia," imbuhnya.

Perayaan lontong Cap Gomeh ini, sambung Bunsu Anton, hampir serupa dengan  lebaran ketupat yang dirayakan oleh umat muslim setelah Hari Raya Idul Fitri. "Budayanya hampir mirip, jika umat muslim merayakan dengan ketupat, kami dengan lontong," tandasnya.

Selain bagi-bagi lontong Cap Go Meh, warga Konghucu di Malang juga akan melaksanakan ibadah di klenteng sebagai wujud rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa. "Makan bersama ini sejak pagi hingga malam nanti, sedangkan sore hari kami doa bersama," ujar Bunsu.

Sementara itu, salah seorang warga Malang, Sundari mengaku senang bisa ikut menikmati lontong Cap Go Meh. Wanita berhijab ini sengaja datang ke Klenteng Eng An Kiong Malang untuk ikut berbaur bersama warga lainnya menikmati menu lontong tersebut. Bagi Sundari, merasakan lontong Cap Go Meh hampir mirip dengan perayaan lebaran ketupat. 

"Senang bisa makan lontong Cap Go Meh bersama-sama. Rasa masakannya enak, bisa makan bersama dengan warga dari agama lain," tutur wanita 58 tahun ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00