• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Tumbuhnya Keharmonisan Dalam Keluarga Bukan Karena Kesempurnaan Fisik

18 February
21:31 2019
3 Votes (5)

KBRN, Gunungsitoli : Keharmonisan dalam keluarga sering di nilai dari kesempurnaan fisik yang di miliki oleh pasangan suami istri, padahal dalam kenyataanya selama ini kesempurnaan fisik itu,  tidak menjadi tolak ukur keharmonisan keluarga.

Hal ini terlihat pada satu Keluarga Tunanetra  di Desa Banua Gea Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara,  suami istri di keluarga tersebut adalah penyandang disabilitas. walaupun demikian namun mereka tetap setia menjalani kehidupan yang harmonis.

Keluarga Yustina  Gea yang berada di Desa Banua Gea memang mereka sejak lahir sama – sama mengalami cacat mata dan karena kehendak tuhan mereka bisa membentuk satu keluarga dan di anugrahi 5 orang anak yang terdiri dari putra  4 orang dan putri 1 orang.

Sebelum membentuk keluarga, Yustina tinggal bersama orangtunya hingga berumur 15 tahun dan mengingat kondisi matanya tidak bisa melihat maka pihak dari Katolik meminta kepada orangtua Yustina untuk tinggal di asrama katolik yang ada di Medan Sumatera Utara dan dirinya tinggal di asrama katolik selama 10 tahun untuk menjalani pengobatan namun tidak berhasil.

Setelah umur 26 tahun Yustina di lamar seorang lelaki  dari dumai,  dan melalui persetujuan orangtua maka pernikahan mereka berlanagsung di rumah adiknya di dumai.

Kemudian setelah menikah maka Yustina  bersama suaminya  pindah dari asrama katolik ke panti Pijat Medan,   dan di tempat tersebut mereka melayani pasien yang ingin di pijat, setelah tiga tahun dikaruniai seorang anak laki laki bernama romi.

Empat tahun tinggal di panti pijat, Tiba-tiba orang tua dari Yustina  meminta supaya mereka kembali ke Nias di Desa banua gea dan setelah sampai ke Nias tinggallah mereka di rumah orangtuanya.

Berjalannya waktu kedua orangtua meninggal dunia dan karena berkat tuhan pihak pastor paroki Tuhemberua memberi bantuan untuk membangun rumah bagi  keluarga Yustina dan suaminya..

“Setelah selesai  di bangun  rumah tersebut  mereka tempati dan hingga kini rumah tersebut tidak ada MCK dan juga dapur Karena keterbatasan dana dari pihak Pemberi bantuan” Terang, Yutina, Senin (18/2/2019).

Berjalannya waktu, dari  5 orang anak tersebut  saat ini 3 orang berada di perantuan dan dua orang yang tinggal di Nias,  satu bersama bersama dengan mereka dan satu lagi  sedang sekolah di SMP Bungamawar Gunungsitoli.

Pekerjaan sehari hari untuk mencari nafkah hanya melayani masyarakat yang ingin di pijat dan berkunjung di gereja gereja setiap hari minggu,  untuk meminta pertolongan jemaat namun dari hasil tersebut tidak cukup untuk kebutuhan sehari hari.

Hingga kini Anaknya yang berada di perantuan belum dapat menafkahi mereka sebagai orang tua, karena pengehasilan anaknya itu hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, namun mereka tetap berdoa semoga anaknya yang berada di luar daerah baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah dapat di berkati tuhan dan mendapat rezki yang melimpah.

“Keluarga Yustina  yang serba kekurangan tersebut tetap menjalani hidup dengan penuh semangat dan satu hal yang sangat mereka harapkan dari Pemerintah daerah dan juga Pihak terkait, agar dapat memperhatikan tempat tingal mereka karena saat ini belum memiliki MCK dan juga ruang Dapur sehingga terpaksa memasak di ruang tamu” Harap, Yustina.

Kepala Dinas Sosial Nias Utara, Sokhiziduhu Hulu sangat prihatin dengan keluarga  Yustina di Desa banua Gea namun tahun 2019 ini pihaknya belum mampu memberikan bantuan dalam bentuk materi dikarenakan keterbatasan dana dari Pemerintah daerah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00