• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Puti Guntur Soekarno Hadiri Misi Kebudayaan Di Kamboja

18 February
15:34 2019
2 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Puti Guntur Soekarno berkesempatan ikut dalam kegiatan misi kebudayaan ke Kamboja. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati 60 tahun hubungan persahabatan Indonesia-Kamboja.

Tak hanya Puti, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani hadir dalam kegiatan misi kebudayaan tersebut mewakili Pemerintah Indonesia.

“Ini nama  kegiatannya Joint Cultural Performance, 60 years friendships Indonesia – Cambodia, tujuannya adalah kolaborasi misi kebudayaa,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Senin (18/2/2019).

Dijelaskan mantan Anggota Komisi X DPR ini, misi kebudayaan ini memiliki makna tersendiri bagi keluarga besar Bung Karno. Bung Karno, kata Puti merupakan sahabat dari mendiang Raja Kamboja Norodom Sihanouk.

“Mendiang Raja Kamboja Norodom Sihanouk merupakan sahabat dari Bung Karno," terangnya.

Lebih jauh, Puti menjelaskan Joint Cultural Performance ini digelar di Chatomuk Theater, Pnom Penh. "Kegiatan ini mendapatkan kehormatan dengan kehadiran Raja Kamboja, Norodom Sihamoni," imbuhnya.

Dijelaskan puteri Guntur Soekarno Putra ini, peserta Joint Culture ini adalah Royal Ballet of Cambodia, Indonesia Cultural Centre, dan puncaknya adalah penampilan Kinarya Gencar Semarak Perkasa  pimpinan Guruh Soekarno Putera sekaligus penata gerak dan penggubah lagu.

Menurutnya, dalam pagelaran tersebut, ditampilkan 5 tarian dari Tanah Air yakni  Gending Sriwijaya, tarian tradisional Palembang.

"Ini merupakan tari penyambutan untuk tamu kehormatan dalam hal ini Raja Norodom Sihamoni. Tarian ini menggambarkan kejayaan dari Kerajaan Sriwijaya. Dibawakan oleh 9 orang penari dengan memakai busana tradisional Aesan Gede. Penari terdepan membawakan tempat sirih yang akan dipersembahkan kepada raja," imbuhnya.

Tarian lainnya yaitu Tari Taruna Jaya. Tari yang digubah dari tarian Turonggo Yakso atau Jaran Kepang yang berasal dari Jawa Timur.

"Guruh Sukarno menata dan menggubah kembali tarian ini," jelasnya.

Tarian lainnya yakni Tari Gandrung Sekar Dewi.
Tarian ini berasal dari Banyuwangi. Pada tahun 1890 tarian ini hanya boleh ditarikan oleh laki2. Setelah 1914 laki-laki tidak diperbolehkan menarikan tarian ini, perempuan pertama yang menarikan tari Gandrung adalah Semi. Lalu, Tari Topeng Kelana, ini adalah Tari topeng berasal dari Cirebon.

"Terakhir, Tari Lenggang Seri Kelana yang merupakan tari Melayu dari Sumatra yang di kreasikan dan digubah oleh Guruh Sukarno," pungkasnya.

Sebagai tambahan, dalam Tari Gending Sriwijaya, penari terdepan yang membawa tempat sirih yang dipersembahkan ke raja adalah cucu dari Guntur Sukarno yaitu Syandria Kameron yang merupakan cucu ponakan dari Guruh Sukarno Putra.

     

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00