• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Bobot Titi Wati Turun 9 Kilogram

15 February
18:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palangka Raya : Pasca menjalani operasi bariatric atau pengecilan lambung dan menjalani diet ketat, bobot Titi Wati turun 9 kilogram. Sebelum dioperasi, pasien obesitas ekstrim ini memiliki bobot 220 kilogram  dan sekarang beratnya menjadi 211 kilogram.

Wakil Direktur Bidang Pendidikan dan Kemitraan Rumah Sakit Umum Daerah Doris Sylvanus Palangka Raya, Theodorus Sapta Admadja, mengatakan patokan keberhasilan pengobatan Titi Wati bukan hanya dari timbangan berat badannya. 

“Kalau tidak mencapai target 15 (kilogram turun) itukan kita membikin supaya dia termotivasi. Ternyata masih belum bisa, nggak apa-apa. Tapi kan sekarang gulanya, insulinnya sudah lepas. Gulanya sudah bagus 148,” ujarnya usai melakukan penimbangan berat pasien obesitas ekstrim pada Jum’at (15/2/2019).

Dokter Theo mengatakan sudah seminggu ini gula darah pasien obesitas ekstrim tersebut stabil. Selain itu, pasien sudah menunjukkan kemajuan dalam hal aktivitas fisik seperti sudah bisa berbaring, duduk bahkan mulai mencoba berdiri.

Diharapkan berat badan Titi Wati tiap bulan berangsur-angsur turun. Hal  tersebut diyakini bisa tercapai dengan semangat yang tinggi dari pasien obesitas tersebut.

Sementara itu, Titi Wati mengungkapkan pasca pulang ke rumah, dirinya masih dalam pemantauan tim medis RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Tiap Rabu dan Jum’at pihak rumah sakit melakukan pengecekan tekanan darah, bagian perut pasca operasi, serta menu program diet Titi Wati.

“Makanan sehari-hari pola diet juga. Pagi makan bubur, susu dan roti tawar. Jam 10 buah pepaya. Jam 12 makan nasi dan ikan kukus,” ujarnya. 

Titi Wati berharap berat badannya berangsur turun sehingga ia dapat kembali beraktivitas secara normal. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00