• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia Minta Pertunjukan Sirkus Cimahi Ditutup

14 February
12:33 2019
0 Votes (0)

KBRN, Cimahi : Belasan aktivis penyayang binatang dari Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia  melakukan aksi unjukrasa di Jalan Sisingamangaraja Keluarahan Setiamanah Kota Cimahi, Kamis (14/2/2019).

Aksi tersebut didasari oleh keprihatinan mereka terhadap eksploitasi hewan sirkus, khususnya aksi pelecehan seksual terhadap seekor beruang sirkus bernama Bimo, pada pertunjukkan sirkus keliling yang digelar oleh Wersut Seguni Indonesia( WSI) yang lokasinya berada disamping kanan Cimahi Mall.

Selain melakukan orasi, para aktivis juga membawa spanduk dan poster-poster yang berisi tulisan Stop Pelecehan Seksual kepada Beruang Bimo, Ban Animal Sirkus, dan  Bimo Bukan Objek Kekerasan Seksual.

Koordinator Aksi Marison Guciano ketika dikonfirmasi RRI siang tadi menjelaskan, pihaknya melihat bahwa pertunjukan sirkus hewan di Cimahi merupakan bentuk kekejaman dan pelecehan terhadap hak-hak azasi hewan.

"Beberapa waktu lalu kami sudah mengambil rekaman ada seekor beruang madu didalam pertunjukan sirkus itu mengalami pelecehan seksual hari demi-hari, dimana alat kelamin beruang tersebut dipermainkan oleh pawang sirkus  hanya untuk membuat pengunjung tertawa," ungkapnya sambil menunjukkan rekaman pelecehan yang dialami Bimo didalam handphonya.

Menurut Mariso, itu sungguh tragis karena beruang madu adalah hewan yang dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Perlindungan Satwa.

"Kita sebagai bangsa seharusnya malu, bahwa itu menunjukkan kita tidak bisa menghargai kekayaan keanekaragan  hayati kita sendiri, dengan semakin sering terjadinya bentuk-bentuk pelecehan seperti yang dialami didalam pertunjukan sirkus kali ini," ujarnya.

Marison menyebutkan,  tidak hanya Beruang Bimo, didalam pertunjukan itu juga ada ikan Lumba-lumba, dan Berang-berang juga mengalami eksploitasi. Mereka dipaksa melakukan perilaku tidak wajar.

"Seperti Berang-berang dan Lumba-lumba untuk melakukan berbagai gaya dalam sesi foto dengan penonton, hanya untuk keuntungan semata pemilik dan pengelola sirkus," terangnya.

Oleh karenanya kata Marison, pihaknya meminta kepada pengelola sisrkus untuk menghentikan kegiatan pertunjukan sirkus di Cimahi karena merugikan hewan sirkus tersebut.

"Alih-alih memberikan edukasi, pertunjukkan tersebut malah dinilai memberikan pendidikan buruk kepada masyarakat," tandasnya.

Sementara Asisten Manajer Traveling Wersut Seguni Indonesia(WSI) Romy ketika dikonfirmasi RRI mengatakan, pihaknya menampung aspirasi dari Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia tersebut.

"Tetapi kalau untuk menghentikan pertunjukan  kita tidak bisa, karena kita memiliki pedoman-pedoman dan perijinan. Kami juga  tetap memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan hewan sirkus, seperti makanannya yang cukup mahal dan kesehatannya."

Menyinggung pelecehan seksual terhadap Beruang Bimo, sebenarnya itu bukan bermaksud untuk melecehkan Bimo tetapi hanya inggi menunjukkan bahwa Bimo adalah Hewan yang tidak memakai celana atau hewan.

Namun demikian, Romy menerima masukan dan berjanji pihaknya akan melakukan perbaikan-perbaikan, karena sesi Beruang tidak setiap saat dipertunjukan dan sesi buruk tersebut akan dihilangkan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00