• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

23 Nelayan Indonesia Ditangkap Myanmar

13 February
00:20 2019
2 Votes (1.5)

KBRN, Banda Aceh : Sebanyak 23 orang nelayan asal Aceh, Indonesia ditangkap oleh otoritas Myanmar karena diduga melakukan pelanggaran wilayah batas negara. 

Informasi penangkapan ini dibenarkan oleh Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek saat dikonfirmasi RRI, Selasa (12/2/2019) malam. 

Kata Miftach, para nelayan yang melaut dari Kabupaten Aceh Timur itu diamankan oleh Angkatan Laut Myanmar. 

"Menurut informasi yang kita terima Angkatan Laut menangkap sebuah kapal penangkap ikan ilegal Indonesia dengan awak 23 orang Indonesia di dalam wilayah laut Myanmar dekat Pulau Zardatgyi di Kotapraja Kawthoung, Wilayah Taninthayi," kata Miftach mengutip pernyataan sebuah sumber. 

Menurut Miftach, penangkapan terjadi pada tanggal 6 Februari 2019 lalu. "Mereka ditangkap oleh Angkatan Laut Myanmar saat sedang berpatroli. Kapal para nelayan ini memiliki panjang 62 kaki dan lebar 18 kaki," ujarnya. 

Kini nelayan asal Indonesia itu telah diserahkan ke departemen perikanan di distrik Kawthoung, Myanmar. 

Menurut informasi yang diterima dari salah satu awak kapal, ungkap Miftach, para nelayan ini berlayar dari Aceh Timur di Indonesia pada tanggal 29 Januari dan dipastikan semua awak kapal adalah berasal dari Aceh. 

Miftach menyebutkan, nelayan asal Aceh itu tidak sengaja masuk ke perairan Myanmar. Diduga alat penunjuk lokasi rusak. 

"Masuknya ke wilayah perairan Myanmar karena rusaknya kompas atau radar kapal tersebut, maka mereka tanpa sengaja atau sadar melakukan aktifitas di perairan tersebut karena menyangka masih di wilayah perairan Aceh, Indonesia," ungkapnya. 

Saat ini, pihak Panglima Laot akan mencari tahu lebih jauh informasi terkait penangkapan kapal nelayan tersebut dan mendata ABK. 

"Kita mendata nelayan dan menghubungi pemerintah Aceh," pungkasnya. 

Pada November 2018 lalu, sebanyak 16 nelayan Aceh juga ditangkap Myanmar. Setelah melalui proses panjang, akhirnya 14 nelayan itu pada Januari 2019, mendapat pengampunan dari pemerintah Myanmar dan dibebaskan. Sementara satu Nahkoda masih ditahan dan satu nelayan meninggal dunia saat menceburkan diri ke laut. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00