• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Korlantas Polri Kaji Usulan Hari Keselamatan Berlalu Lintas

12 February
22:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Korps Lalu lintas (Korlantas) Polri saat ini tengah menggodok rencana usulan penetapan tanggal 31 Maret sebagai Hari Keselamatan Berlalu Lintas Nasional. Kajian terhadap rencana itu terus dimatangkan, baik secara internal maupun melibatkan berbagai kalangan, untuk nantinya diserahkan kepada Pemerintah.

Harapannya, pada acara puncak rangkaian kegiatan Millenial Road Safety Festival yang akan digelar 31 Maret mendatang, Pemerintah sekaligus menetapkannya sebagai Hari Keselamatan Berlalu Lintas Nasional.

Hal tersebut terungkap dalam rapat penetapan Hari Keselamatan Berlalu Lintas Nasional di gedung Korlantas Polri, Jakarta, Selasa (12/2/2019),  yang dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri itu, diikuti perwakilan kementerian/lembaga dan kalangan akademisi.

Menurut Refdi, usulan tentang Hari Keselamatan Berlalu Lintas Nasional muncul agar kampanye road safety dilakukan secara masif dan terstruktur. Tanggal 31 Maret, kata dia, dipilih berdasarkan sejumlah alasan.

Pertama, 31 Maret merupakan acara puncak rangkaian kegiatan Millenial Road Safety Festival yang digagas Korlantas Polri, dan dilakukan serentak di seluruh Polda di Indonesia.

Kedua, 31 Maret merupakan waktu yang sangat tepat untuk menganalisis terkait kecelakaan yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya.

"Pertimbangan lain, tanggal 31 Maret adalah hari triwulan terakhir di mana kita sudah bisa menentukan dengan sangat valid dengan analisis dan evaluasi sangat tajam dengan angka-angka yang tidak diragukan lagi, ketika kita menentukan evaluasi dan perhitungan apa yang terjadi di dalam kurun waktu tertentu, yaitu satu tahun tertentu setahun sebelumnya," papar dia.

Refdi menambahlan, pihaknya sudah membentuk tim kecil dan sedang untuk membahas mengenai usulan Hari Keselamatan Lalu Lintas, dan berharap semua pihak memberikan masukan mengenai usulan tersebut.

"Kemudian dengan melakukan diskusi dengan meminta saran dan pendapat. Saya kira semua memberikan saran positif terhadap apa yang kita gagas ini di dalam pencanangan hari keselamatan berlalu lintas ini. Setidak-tidaknya kita bisa memberikan saran dan masukan kepada pimpinan masing-masing kementerian, lembaga, dan instansi atau lembaga yang kita wakili hari ini," ujarnya.

Sementara itu, pakar transportasi dan keselamatan lalu lintas dari Universitas Indonesia, Prof Tri Tjahjono mengatakan, penetapan Hari Keselamatan Berlalu Lintas ini harus didukung. Karena data menunjukkan, kecelakaan lalu lintas adalah penyebab utama kematian tertinggi ke 8 di dunia, atau sebanyak 2,5 persen dari total kematian tahun 2016.

Kondisi keselamatan jalan Indonesia, lanjutnya, sangat memprihatinkan. Pada 2018, 31,4 persen kecelakaan yang menyebabkan cedera, terjadi di jalanan. Dan 74 persen korban tewas dijalanan akibat kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor. Korban tewas ini, mayoritas adalah usia produktif dengan umur berkisar 5-29 tahun.

"Indonesia perlu hari Keselamatan Berlalu Lintas Nasional. Apalagi korban kecelakaan lalulintas paling besar adalah usia produktig dan milenial. Sehingga kita perlu terus menggemakan budaya berkeselamatan di jalan dan meningkatkan awerenes pengguna jalan terhadap keselamatan berlalulintas, dengan milenial sebagai penggerak juga sekaligus sebagai target," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00