• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Cegah 1 Orang Saksi Kasus Suap Proyek SPAM PUPR ke Luar Negeri

12 February
19:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat permintaan pencegahan ke luar negeri terhadap salah satu orang saksi terkait kasus tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh pejabat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait proyek-proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR tahun Anggaran 2017-2018.

Satu orang saksi tersebut adalah Tampang Bandaso selaku Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis Kementerian PUPR 2014-2016.

"KPK telah mengirimkan surat ke Imigrasi untuk melakukan tindakan pelarangan seseorang ke luar negeri dalam penyidikan dengan tersangka BSU (Budi Suharto), Direktur Utama PT WKE dalam kasus dugaan suap terkait proyek sistem air minum (SPAM)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (12/2/2019).

Febri menyebut Tampang Bandaso pernah diperiksa sebagai saksi pada tanggal 21 Januari 2019. Pencegahan direncanakan akan dilakukan selama 6 bulan ke depan.

"Karena masih dibutuhkan keterangannya dalam proses penyidikan ini, maka perlu dilakukan pencegahan ke luar negeri. Agar saat dibutuhkan keterangan, saksi berada di Indonesia," tambahnya.

Seperti yang diketahui terkait kasus ini KPK telah menetapkan 8 orang sebagai tersangka.

Ke 8 orang tersebut adalah :
Diduga sebagai Tersangka Pemberi Suap :
1.Budi Suharto (BSU) Direktur Utama PT WKE
2. Lily Sundarsih (LSU) Direktur PT WKE
3. Irene Irma (IIR) Direktur PT TSP

4. Yuliana Enganita Dibyo (YUL) Direktur PT TSP

Diduga sebagai Tersangka Penerima Suap :
1. Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE) Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung.
2. Meina Woro Kustinah (MWR), PPK SPAM Katulampa.
3. Teuku Moch Nazar (TMN), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat.

4. Donny Sofyan Arifin (DSA), PPK SPAM Toba 1

KPK menduga ARE, MWR, TMN, dan DSA menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa. Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HOPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

Beberapa proyek tersebut merupakan bagian dari 20 proyek yang saat ini KPK identifikasi. Sebagian besar proyek tersebut dikerjakan oleh PT WKE dan PT TSP.

Untuk proyek-proyek tersebut, KPK menduga masing masing tersangka menerima suap dengan rincian :

- ARE : Rp350 juta dan 5.000 Dolar Amerika untuk pembangunan SPAM Lampung. Rp500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3,       Pasuruan Jawa Timur
- MWR : Rp1,42 miliar dan 22.100 Dolar Singapura untuk pembangunan SPAM Katulampa.
- TMN : Rp2,9 miliar untuk pengadan pipa HOPE di Bekasi dan Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

- DSA : Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1.

Lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE (PT. Wijaya Kusuma Emindo)  dan PT TSP (Tashida Sejahtera Perkasa) yang dimiliki oleh orang yang sama. PT WKE diatur untuk mengerjakan proyek bernilai di atas Rp50 miliar, PT TSP diatur untuk mengerjakan proyek bernilai di bawah Rp50 miliar.

PT WKE dan PT TSP diminta memberikan fee sebesar 10 persen dari nilai proyek. Fee tersebut kemudian dibagi 7 persen untuk Kepala Satuan Kerja, dan 3 persen untuk Pejabat Pembuat Komitmen.

Praktiknya, dua perusahaan ini diminta memberikan sejumlah uang pada proses lelang, sisanya saat pencairan dana dan penyelesaian proyek.

Hingga saat ini, KPK juga telah menerima pengembalian Rp4,7 miliar dari 16 orang PPK. Duit tersebut diduga berkaitan dengan indikasi suap di 20 proyek SPAM itu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00