• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Tambah Guru Produktif, Kemendikbud Lakukan Kerja Sama dengan Dunia Industri

12 February
17:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Depok : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus melakukan upgrade tenaga guru produktif untuk setiap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Upgrade guru produktif sebelumnya diminta Presiden Joko Widodo saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2019 di Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bojong Sari, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019).

Dirjen Guru dan Tenaga Pendidik, Supriano mengakui adanya kekurangan tenaga guru di Indonesia. Adapun jumlah guru di seluruh Indonesia berjumlah 3.01.700 guru di tanah air. Sedangkan di Sekolah Negeri terdapat 2,1 juta guru. Adapun di sekolah negeri dikatakan pria yang akrab disapa Ono ada sebanyak 735.825 guru yang berstatus honorer.

“Tapi Alhamdulillah, tahun ini pemerintah akan melakukan pengangkatan guru khususnya guru k2 yang tidak ikut tes tapi sekarang dapat melalui program PPPK,” kata Ono.

Mengenai permintaan yang disampaikan Presiden Jokowi tentang upgrade guru produktif dikatakan Ono, kemendikbud terus melakukan upaya, salah satunya yakni bekerjasama dengan dunia industri sehingga menghasilkan guru terampil.

“Kita sudah mulai bekerja sama dengan dunia industri, beberapa diantaranya seperti Astra, karena sebagaimana yang kita lihat kecepatan dan kebutuhan jika bekerja sama dengan industri maka akan fokus kepada tenaga guru produktif mana yg dibutuhkan dan akan terserap di lapangan sehingga anak-anak SMK akan dapat terjun langsung ke lapangan,” tambah Ono.

Sebelumnya, dalam arahan saat membuka  Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019, Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk terus meningkatkan pendidikan vokasi. Khusus untuk guru, Presiden Jokowi juga meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk memperbanyak guru produktif dibandingkan guru normatif.

Menurut Jokowi, saat ini persentase jumlah guru terampil baru sekitar 35 persen, dibanding guru normatif sebesar 65 persen. 

“Yang 35 persen ini tugas Kementerian, tugas Bapak Ibu untuk mengupgrae agar guru-guru prodduktif lebih banyak, guru produktif istilahnya adalah guru terampil,” kata Jokowi. 

Ia juga menekankan pentingnya penambahan jumlah guru terampil harus dilakukan agar sejalan dengan fokus pembangunan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM). Jokowi ingin SDM Indonesia memiliki keahlian serta keterampilan agar mampu bersaing dengan negara lain. 

“Kita juga harus mengenalkan kepada anak dimana ini sudah zamannya revolusi industri 4.0, kita harus memberikan pelajaran yang berkaitan dengan digitalisasi, bahasa codding, dan kedepan hal itu sangat penting sekali, mulai dikenalkan karena ini kesempatan, apalagi kalau kita bisa melompati negara lain, inilah kesempatan kita,” tegas Jokowi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00