• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

BPOM Bengkulu Diminta Perketat Pengawasan Obat dan Makanan

12 February
17:49 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu diminta, untuk memperketat serta meningkatkan pengawasan obat dan makanan ditengah-tengah masyarakatdalam wilayah Provinsi Bengkulu.

Terlebih lagi, obat dan makanan yang cenderung kerap disalahgunakanoknum masyarakat itu sendiri.

"Peningkatan dalam pengawasan penting dilakukan, mengingat sejauh ini khususnya di Provinsi Bengkulu masih kerap ditemukan obat dan makanan yang beredar ditengah-tengah masyarakat, selain tidak mengantongi izin dari BPOM, juga tidak terdaftar sebagai obat dalam negeri, kadaluarsa, dan beberapa penyebab lainnya," ungkap Anggota Komisi IX DPR RI, Elva Hartati Murman, kepada jurnalis.

Dikatakan Elva, dalam pengawasannya tidak harus selalu mengedepankan aksi, tetapi juga diiringi dengan sosialisasi kepada masyarakat, agar bisa memahami obat dan makanan yang layak konsumsidan tidaknya.

"Sejauh ini BPOM dengan melibatkan saya dari Komisi IX DPR RTI sudah melakukan sosialisasi di enamwilayah Kabupaten dalam Provinsi Bengkulu. Tentu saja sosialisasi seperti ini harus intens dilakukan, supaya masyarakat benar-benar bisa terhindar dari bahaya obat dan makanan yang tidak sesuai ketentuan berlaku," kataAnggota DPR RI dari Dapil Bengkulu ini, Selasa, (12/2/2019).

Selain itu Politisi Perempuan PDIP ini juga meminta, pihak BPOM agar dapat mengawasi penyalah-gunaan obat-obatankhususnya obat batuk dengan kemasan “Komixdan penjualan Lem Aibon yang diduga kerap digunakan anak-anak muda untuk mabuk.

“Pengawasan bisa dengan memberikan batasan dalam penjualan produk obat batuk bermerek tersebut dan juga lem aibon. Bahkan jika perlu khusus untuk pembelian obat batuk dengan kemasan dimaksud, agar menyertakan resep dokter," pintanya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala BPOM Provinsi Bengkulu, Drs. Syafruddinmenyatakan, pihaknya akan melakukan fungsi pengawasan secara intens. Hanya saja diharapkan juga peran serta masyarakat untuk mewaspadai obat ataupun minuman tak kantongi izin.

"Dalam pengawasan kita juga tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itumari kita sama-sama mengawasinya. Jika ada masyarakat yang diduga menyalah-gunakan ataupun menjual obat-obatan dan makan tidak sesuai aturan, agar dilaporkan pada kita," tukasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00