• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Media Daring Jadi Sorotan Karena Promosikan Peserta Pemilu Sebelum Waktunya

12 February
17:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pekanbaru : Sejumah peserta Rapat Koordinasi Stakeholder dalam rangka tindak lanjut keputusan bersama gugus tugas pengawasan dan pemantauan pemberitaan, penyiaran dan iklan Kampanye Pemilu 2019 di Provinsi Riau yang diselenggarakan oleh Bawaslu Riau, Selasa (12/2/2019) di Pekanbaru, menyoroti kinerja media Dalam Jaraingan (Daring) atau media online yang sudah mulai curi start mulai mempromosikan peserta Pemilu 2019, padahal saat ini belum memasuki pemasangan iklan kampanye di media massa.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau, H Falzan Surahman yang dihadirkan sebagain nara sumber menjelaskan bahwa KPID Riau tugasnya mengawasi penyiaran, bukan mengawasi media online atau media cetak.

"Kalau ada peserta Pemilu 2019  yang sudah mulai curi start promosi, maka masalah ini koordinasikan atau lapor ke pihak Bawaslu Riau. Itu bukan domain kami, karena KPID itu hanya pada lembaga penyiaran seperti radio atau televisi," dalihnya. 

Anggota KPID Riau lainnya, Asril Dharma menegaskan bahwa saat ini memang belum dibolehkan peserta Pemilu 2019 mempromosikan atau mengiklankan diri di berbagai media baik media cetak, elektronik, dan media Daring. Waktu promosi dan iklan bagi peserta Pemilu 2019 itu dibolehkan mulai 24 Maret hingga 31 April 2019. 

"Kalau di luar waktu tersebut dilakukan maka ini pelanggaran. Tapi sejauh ini belum ada pelanggaran, belum ada pengaduan atau laporan masyarakat masuk ke KPID Riau," tegas Asril Dharma.

Sementara itu, Ketua Bawalsu Riau, Rusidi Rusdan mengatakan pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Dewan Pers, jika ditemukan pelanggaran yang dilakukan media massa online dan cetak.

Rusidi juga menghimbau pers dapat menyampaikan informasi dengan baik, sehingga informasi tentang penyiaran dan pemasangan iklan kampanye sampai ke seluruh masyarakat, lembaga pengawas terutama peserta pemilu. 

"Jadi ke depannya ketidaktahuan masyarakat, terutama peserta pemilu, tidak menimbulkan masalah," katanya. 

Dalam pesta demokrasi  tahun 2019 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya memberikan waktu  selama 21 hari terhitung sejak 24 Maret hingga 13 April 2019 untuk peserta pemilu melakukan kampanye dan pemasangan iklan di media massa.

"Peserta Pemilu hanya diberikan waktu 21 hari, yaitu tanggal 24 Maret-13 April 2019. Untuk itu mari teman-teman pers menyampaikan informasi ini agar seluruh masyarakat mengetahui terutama peserta pemilu," ujar Rusidi. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00