• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Demi Biaya Persalinan Istri, Tukang Ojek di Baubau Nekat Curi Handphone

12 February
16:16 2019
0 Votes (0)

KBRN, Baubau : Polsek Murhum, Polres Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menangkap H alias A (26) Warga Jalan Kelapa, Kelurahan Wangkanapi, Kecamatan Wolio, Kota Baubau yang merupakan tersangka tindak pidana pencurian barang elektronik jenis Handphone, dengan korban Fatmala Syafitri. 

Kasubag Humas Polres Baubau, Iptu Suleman mengatakan kejadian pencurian itu terjadi pada 15 Desember 2018 lalu, di rumah makan Meiyunda, Kelurahan Tanganapada Kota Baubau. 

Yang saat itu korban melupakan HP miliknya di dashboard motor, ketika tersadar HP tersebut sudah hilang. Atas kejadian itu korban langsung melapor ke Polsek Murhum guna pengusutan lebih lanjut.

“Pada saat melakukan pencurian tersebut sebelumnya tersangka sudah mengincar atau melihat situasi dan kondisi di sekitar TKP. Berdasarkan rekaman CCTV pelaku berpura-pura parkir dan kemudian mengambil HP dari dashboard motor milik korban,” jelas Kasubag Humas Polres Baubau Iptu Suleman, Selasa (12/2/2019).

Semenara itu, Kapolsek Murhum, Ipda Marvi Oksiriana mengungkapkan diketahuinya pelaku berawal dari laporan korban yang melihat HP miliknya hendak dijual oleh tersangka melalui situs jual beli online. 

“Dari korban mencurigai adanya transaksi di Kendari Jual Beli (KJB). Setelah itu dilakukan koordinasi kepada penyidik. Kemudian kita bersama-sama melakukan transaksi. Setelah di cek ternyata benar itu HP milik korban. Dari transaksi tersebut kemudian diketahui identitas korban sehingga dilakukan penangkapan di rumahnya pada Jumat malam (8/2/2019) sekitar 23.30 Wita yang saat itu masih tidur,” kata Kapolsek Murhum. 

Dikatakan Kapolsek, tersangka nekat melakukan pencurian ini karena desakan ekonomi untuk biaya persiapan persalinan istrinya.

Dari tangan korban kemudian diamankan Satu buah HP merek Oppo F7 warna hitam, dan Satu unit sepeda motor merek Yamaha mio Fino warna hitam yang digunakan tersangka dalam aksinya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka yang kesehariannya sebagai tukang ojek ini disangkakan pasal 362 KUH Pidana dengan ancaman hukuman selama-lamanya 5 tahun penjara atau denada sebanyak-banyaknya Rp 900.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00