• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Pemprov Jateng Diminta Perhatikan Jaminan Kesehatan Masyarakat

12 February
15:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Ahmadi yang membidangi kesejahteraan masyarakat, meminta agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai fokus dalam sektor kesehatan. Hal ini mengingat dari 35 juta jumlah penduduknya, sekitar 20 persen warga belum masuk anggota BPJS Kesehatan.

“Fokus utama anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam kurun lima tahun terakhir menempatkan pada infrastruktur disusul untuk dunia pendidikan. Sedangkan untuk jaminan kesehatan belum menjadi skala prioritas,” ungkapnya ketika dikonfirmasi Selasa (12/02/2019). Olehkarenanya, lanjut dia.

Dalam lima tahun ke depan, kepemimpinan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin, Pemerintah Provinsi dapat menjadikan jaminan kesehatan warga menjadi fokus utama. Apalagi, menurutnya jumlah warga jateng sebanyak 35 juta orang dan baru 80 persen di antaranya yang sudah mengikuti kepersertaan BPJS Kesehatan.

“Padahal untuk mendukung daya saing Sumber Daya Manusia diperlukan dukungan dari sektor kesehatan dan pendidikan. Hal ini termasuk mendorong pemerintah daerah di 35 kab/kota untuk dapat menjamin kesehatan warganya melalui Universe Healty Coverage (UHC) yang dapat diatur dalam raperda jaminan kesehatan yang diusulkan ke DPRD Provinsi Jawa Tengah,” tandasnya.

Nantinya, lanjut Ahmadi, dari Raperda Jaminan Kesehatan ini juga akan disinergikan dengan kendala-kendala yang ada dalam jaminan kesehatan Masyarakat termasuk didalamnya perihal tunggakan kepersertaan BPJS Kesehatan untuk dapat memberikan solusi bersama.

“Sebenarnya dalam Raperda Jaminan Kesehatan nanti akan mensinergikan semuanya agar kesulitan BPJS bisa teratrasi termasuk di dalamnya soal tunggakan. Langkah positif ternyata bagi peserta tidak ada denda tapi begitu tidak bayar dia diputus dan ketika mau bayar berapa lama dia putus keikutsertaan ditambah penalti 2,5 persen,” katanya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00