• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Banyak Puso, Pemprov Jateng Siapkan Bibit Gratis dan Asuransi Pertanian

12 February
15:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyiapkan benih gratis dan asuransi untuk para petani yang mengalami puso akibat bencana banjir. Saat ini terdapat ribuan hektar lahan pertanian di Jawa Tengah mengalami puso akibat bencana banjir, beberapa daerah yang terdampak seperti Kebumen, Kudus, Banyumas, Pati, Pekalongan dan Batang.

“Sejumlah petani yang mengalami puso atau gagal panen lantaran terdampak banjir di Jawa Tengah akan mendapat bantuan bibit gratis dari pemerintah. Tidak hanya itu mulai tahun 2019 asuransi pertanian juga akan diterapkan pemerintah provinsi jawa tengah,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat ditemui, Selasa (12/02/2019).

Ia mengatakan, secara mekanisme dan sistematis, Pemprov Jateng sudah memiliki kebijakan untuk membantu petani Jateng yang puso akibat bencana. Menurutnya asuransi untuk petani yang mengalami gagal panen juga dinilai tepat sekaligus memberikan jaminan kepada petani.

“Nantinya bagi petani yang tidak mampu premi asuransi akan dicover pemerintah, sedangkan bagi petani yang dinilai mampu akan dikenakan premi senilai 36 ribu rupiah per hektarnya,” imbuhnya.

Meski begitu, sosialisasi mengenai program asuransi petani itu lanjut Ganjar, tidaklah mudah. Namun, pihaknya akan terus berusaha memahamkan dengan memberikan contoh saat terjadi bencana seperti seperti sekarang, barulah terasa betapa pentingnya asuransi tersebut.

"Mungkin ada yang bilang, bayar Rp 36.000 itu mahal ya, tapi akan terasa kalau terjadi bencana dan mengakibatkan puso. Kan lumayan kalau diasuransikan, perhektar akan mendapat ganti Rp 6 juta dari cover asuransi itu. Lumayan kan, meski puso namun tetap merasakan hasil panen," tegasGanjar.

Selain cadangan benih gratis dan asuransi petani, Ganjar juga akan terus mengoptimalkan kartu tani. Menurutnya, dengan kartu tani itu akan terdata semuanya, siapa tanam apa, dimana dan kapan panen akan terdata dengan baik.

"Sehingga kalau ada laporan, kita langsung buka datanya. Kalau bener, valid, maka bantuan tepat sasaran," tambahnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00