• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Mahfud MD: Hak Pilih Wajib Dimanfaatkan Meski Beda Pilihan

12 February
15:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Mataram : Masyarakat sebagai wajib pilih harus aktif di dalam mengikuti pemilihan umum (pemilu 2019).
Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Prof. Mahfud MD di sela-sela Sarasehan Kebangsaan di Mataram menjelaskan bahwa masyarakat yang punya hak pilih agar menggunakan secara cerdas.

“Jangan sia-siakan hak pilih. Karena hak pilih itu adalah hadiah yang ekslusif dari konstitusi dimana setiap warga negara itu diberi hak menyatakan pilihan dalam menentukan pemimpin dan wakil-wakilnya yang menentukan kebijakan negara,” katanya, Selasa (12/02/2019).

Pemilu, lanjut Nahfud, filosofinya mencari pemimpin dan wakil rakyat untuk ditaati bersama. Oleh sebab itu pilihlah sesuai dengan hati nurani.

“Pilihlah siapapun yang akan dipilih sebebas-bebasnya sesuai dengan aspirasi masing-masing warga negara,” ucapnya.

“Tetapi tidak terpecah belah jangan bertengkar karena begitu pemimpin dan wakil-wakil rakyat terpilih maka pemimpin itu akan menjadi pemimpin seluruh rakyat dan wakil rakyat yang ada didapil masing-masing,” tambahnya.

Mahfud menekankan kepada para seluruh pihak yang berkepentingan agar tidak membesar-besarkan politik identitas. Misalnya karena beda agama, beda ras dan beda suku.
Memilih berdasarkan itu boleh saja tetapi jangan sampai menjadi pemicu konflik.

“Begitu selesai ya kita bersatu lagi, karena negara ini dibangun sebagai negara dan demokrasi sebagai resoltante,” ujarnya.

Kesepakatan bahwa negara akan dikelola bersama sehingga untuk mengelola bersama itu mekanismenya demokrasi dan demokrasi di Indonesia adalah demokrasi yang khas yakni demokrasi permusyawaratan bukan demokrasi menang-menangan.

Sejauh ini, kedua capres ini saling ejek, namun yang muncul saling ejek adalah para pendukung.

“Itulah yang kita imbau pendukung-pendukung jangan bikin berita hoaks dan jangan memancing pertengkaran karena kedua pasangan ini dalam catatan saya tidak ada yang saling mengejek,” imbuhnya.

Adanya saling tanggap menanggapi menjadi hal yang lumrah. Tapi sesudahnya bersatu untuk NKRI.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Rosiyadi Sayuthi mengatakan, pemilu ajang memilih pemimpin. 
Persaudaraan dan toleransi jangan tercederai akibat pemilu 2019.

“Suasana kebatinan semakin hangat dan tetap berkepala dingin dan tetap menjaga persuadaraan,” tandasnya.

Rosiyadi menegaskan, siapapun yang dipilih pada pemilu 2019 sesungguh keluarga besar yang berbalut kebersamaan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00