• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum

Berkas Kasus 20 WNA Ilegal Diserahkan Ke Kejari Palembang

12 February
13:50 2019
0 Votes (0)

KBRN, Palembang : Proses hukum kasus penyalahgunaan izin tinggal 20 Warga Negara Asing (WNA) di Palembang terus berlanjut. Pihak kepolisian telah merampungkan berkas pemeriksaan dan menyerahkannya kepada Kejaksaan Negeri Palembang.

Kepala Kejaksaan Negeri Palembang, Asmadi, mengungkapkan, berkas keduapuluh tersangka telah diterima pada hari Jumat (8/2/2019) untuk diproses lebih lanjut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) apakah telah memenuhi unsur tuntutan atau akan dikembalikan kepada pihak penyidik imigrasi untuk dilengkapi.

Asmadi mengatakan, pihaknya belum dapat memberikan banyak komentar untuk penanganan perkara ini termasuk kemungkinan dipanggilnya sejumlah saksi yang diperlukan untuk melengkapi berkas tuntutan. Meski demikian, dirinya memastikan proses pemeriksaan berkas paling lama 14 hari setelah berkas diterima.

"Sesuai dengan ketntuan UU kami akan menentukan sikap apakah berkas sudah lengkap atau tidak dan petunjuk tentang kelengkapan perkaranya selama 14 hari. Kalau sudah lengkap akan kami teruskan ke penuntutan," ujar Asmadi di Palembang, Selasa (12/2/2019).

Sebanyak 20 orang WNA diamankan pihak Imigrasi Kelas I Palembang karena diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal pada awal bulan Januari lalu. Keduapuluh orang asing yang sebagian besar wanita berusia muda ini diringkus saat melakukan terapi pengobatan tulang dan persendian di salah satu hotel bintang lima di Palembang.

WNA asing yang diamankan masing-masing 16 orang berasal dari Malaysia, 2 orang dari Tiongkok, 1 orang dari Hongkong dan 1 orang dari Belgia. Penangkapan para pelaku merupakan bagian dari operasi intelejen Tim Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Provinsi Sumatera Selatan yang telah mengendus aksi para pelaku yang sebelumnya secara terbuka mempromosikan metode pengobatannya di salah satu pusat perbelanjaan dan membuka praktek pengobatan di ballroom hotel.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00