• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Cari Solusi, Walikota Pantau Titik Kemacetan di Kota Malang

12 February
09:49 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Kemacetan kerap kali terjadi di sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Malang, khususnya di pagi hari. Sebagai salah satu upaya untuk mengurai dan menemukan solusi untuk mengatasi kemacetan di kota pendidikan, Walikota Malang Sutiaji melakukan pemantauan di sejumlah titik kemacetan, Selasa (12/2/2019) pagi. 

Salah satu titik kemacetan yang dipantau di kawasan Jalan Puntodewo hingga Jalan Ranugrati. Dengan mengendarai motornya, Sutiaji turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan lalu lintas di kawasan yang kerap macet ini. "Pantauannya sebagai dasar untuk mengumpulkan bahan yang akan dibahas dalam Forum Lalu Lintas. Karena pekan depan kita akan rapat forum lalin," kata Sutiaji di sela pemantauan.

Selama ini, sambung Sutiaji, pihaknya sering mendapatkan informasi dari warga bahwa di kawasan Jalan Sulfat dan Puntodewo sering terjadi kemacetan. Tak hanya di kawasan tersebut, hal serupa juga terjadi di Dinoyo. Kawasan tersebut menjadi kantong kampus dan tempat tinggal mahasiswa. "Karena laporan masyarakat ini saya melakukan sidak dan siap memberikan solusi," tegasnya.

Solusi yang dimaksud Sutiaji diantaranya pelebaran jalan, rekayasa lalu lintas di jam-jam tertentu, serta pengaturan durasi traffic light. "Pada jam-jam tertentu nantinya kendaraan dari arah Puntodewo menuju Ranugrati tidak boleh berbelok ke kanan, tetapi warga bisa langsung belok ke kiri dan memutar melakui jalan di sekitar Ruko WOW," ungkap pria berkacamata ini.

"Untuk traffic light, durasi lampu hijaunya bisa dikurangi dari sebelumnya 25 detik  menjadi 20 detik. Nanti juga akan connecting ke yang lain," imbuhnya.
 
Sutiaji menambahkan, untuk mengurai kemacetan, pihaknya harus bisa menganalisis karakter orang. Sehingga dapat mencarikan solusi sesuai dengan karakter pengguna jalan. "Karakter orang jalan ini mau kemana. Kalau tujuannya ke daerah block office atau Muharto, kita harus carikan jalan alternatif," pungkas Sutiaji. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00