• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Diserang Otak-otak Murah, RM Lancar Tetap Utamakan Cita Rasa

11 February
20:31 2019
3 Votes (5)

KBRN, Pandeglang : Kabupaten Pandeglang memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Banten dengan panjang mencapai 307 km, yang membentang sepanjang pesisir barat dan selatan hingga ke perbatasan Malimping di Kabupaten Lebak.

Tak heran bila banyak rumah makan disepanjang kawasan pantai yang menyuguhkan menu berbahan dasar tangkapan laut. Baik diolah dengan cara digoreng, dibakar, maupun dikukus.

Namun dari berbagai macam hidangan laut, ada satu jenis kudapan yang memiliki rasa khas dan tidak bisa dijumpai di daerah lain. Sehingga makanan ini seolah sudah menjadi sajian khas dari Pandeglang.

Makanan yang dimaksud ialah otak-otak. Namun otak-otak yang ada di Pandeglang berbeda dengan makanan sejenis yang beredar di belahan manapun. Otak-otak di Pandeglang terbuat dari Ikan Tenggiri.

Bila Anda mengunjungi Pandeglang, maka akan dengan mudah menemui penjaja Otak-otak Ikan Tenggiri. Disepanjang wisata pantai Carita hingga Panimbang misalnya, hampir setiap rumah makan menyediakan Otak-otak sebagai salah satu menunya.

Itu belum termasuk penjual mandiri, yang menjajakan dagangannya dari pantai ke pantai. Biasanya, didominasi oleh kaum ibu sambil membawa bakul.

Namun walaupun melimpahnya, tidak semua penjual menggunakan Ikan Tenggiri sebagai bahan dasar. Malah ada beberapa diantaranya yang menggunakan ikan lain sebagai bahan dasar. Sehingga cita rasa yang dihasilkan berbeda dan menghilangkan kekhasan Otak-otak Pandeglang.

Salah satu penyebabnya, ialah harga Ikan Tenggiri yang cukup mahal dipasaran. Hal itu mengakibatkan penjual mengakali dengan ikan lain yang lebih murah.

Akan tetapi, kondisi itu tidak menjadi alasan bagi penjual Otak-otak Ikan Tenggiri di Rumah Makan Lancar. Rumah Makan yang terletak di Carita itu, tetap mengedepankan cita rasa khas Otak-otak Pandeglang yang dikenal terbuat dari Ikan Tenggiri.

Meski harga Otak-otak yang dipatok di tempat ini lebih tinggi, namun tidak menyurutkan minat konsumen. Setiap harinya, ratusan bungkus Otak-otak Ikan Tenggiri ludes terjual.

Malahan kini, Rumah Makan Lancar mengembangkan usahanya hingga ke Kota Serang. Tentu saja hal ini untuk memudahkan pelanggan menikmati Otak-otak khas Pandeglang.

Pengelola Rumah Makan Lancar, Akew mengakui bila Otak-otak di Pandeglang saat ini tidak semuanya murni dari Ikan Tenggiri. Ada beberapa penjual yang menggunakan Ikan Sapu-sapu atau Belida karena dianggap lebih murah.

“Memang Ikan Tenggiri sekarang harganya cukup tinggi. Dipasaran harganya bisa mencapai Rp120 ribu per kilogram,” ujar Akew, Senin (11/2/2019).

Kendati demikian, penggunaan bahan dasar Ikan Tenggiri masih ditempuh untuk mendapatkan cita rasa yang khas. Hampir 70 persen setiap satu bungkus Otak-otak, komposisinya terdiri dari Ikan Tenggiri.

“Komposisi Ikan Tenggiri di RM. Lancar lebih banyak. Maka nya harganya pun cukup tinggi. Satu bungkus kami hargai Rp2,500. Sedangkan penjual lain paling Rp1,000 atau Rp1,500 per bungkus,” sebutnya.

Akew menjelaskan, dirinya tidak ingin mengubah cita rasa Otak-otak di RM. Lancar meski bahan dasarnya cukup tinggi. Sebab, Otak-otak di RM. Lancar adalah warisan dari keluarga.

“Rumah Makan ini sudah ada dari tahun 1980-an. Jadi resep Otak-otak ini sudah menjadi warisan,” terangnya.

Meski harga yang dipatok cukup tinggi, namun nyatanya tidak memengaruhi daya beli konsumen. Karena setiap harinya, Rumah Makan ini bisa menjual lebih dari 500 bungkus setiap hari. Biasanya, kerap dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan.

Otak-otak di RM. Lancar ini memang dikenal legit dan gurih. Apalagi Otak-otak di sini selalu diolah setiap harinya. Sehingga tidak ada yang diinapkan.

Hal itu pun diakui oleh salah seorang konsumen yang sedang menyantap Otak-otak Ikan Tenggiri, Gatot. Bersama rekan-rekannya, mereka terlihat begitu menikmati, terlihat dari bungkus Otak-otak yang penuh di atas meja makan mereka.

“Memang beda saja, mas. Otak-otak di sini lebih gurih. Ikan Tenggirinya juga kerasa banget. Saya penggemar Otak-otak, sudah sering mencicipi Otak-otak. Tapi di sini lebih enak,” ujarnya.

Dia menyatakan, tidak mempersoalkan harga yang lebih mahal. Karena Gatot menilai, hal itu sebanding dengan rasa yang dihasilkan.

“Kalau saya tipenya tidak mempersoalkan harga ketika dibarengi dengan kualitas. Di sini meski harga nya agak mahal, tapi sebanding, kok, sama rasanya. Ukurannya juga lebih besar daripada yang lain,” tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00