• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Danrem 162/WB Berikan Deadline Kepada Para Pengusaha

11 February
19:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Mataram  : Danrem 162/WB,  Kolonel (Czi),  Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, Senin (11/2/2019), dalam  rapat bersama BPBD, Dinas Perkim dan para pengusaha yang menjadi aplikator dalam pembangunan rumah rusak berat akibat gempa, memberikan deadline kepada  mereka.

Ahmad Rizal Ramdhani, kepada sejumlah wartawan di Media Center Posko Terpadu Rehab Rekons Pasca Gempa NTB Kantor Sekertariat BNPB NTB, Jalan Catur Warga Mataram menekankan para pengusaha, memiliki batas waktu maksimal selama 30 hari yang dituangkan didalam  Surat Perjanjian Kontrak (SPK) sesuai dengan model yang sudah terverifikasi.

"Karena itu, hari ini kami mengumpulkan para pengusaha untuk membahas system dari proses pencairan dana stimulan satu pintu untuk rumah rusak berat mulai dari antri sampai dengan pencairan bantuan dana tersebut  yang ditandatangani antara Aplikator dengan Pokmas itu sendiri," kata Danrem.

Rencana pencairan untuk rumah rusak berat, pada Selasa (12/2/2019).

Sebagaimana diketahui, ada tujuh macam model rumah tahan gempa (RTG) yang sudah terverifikasi diantara Risha, Risba, Risbari, Riko, Rika dan lainnya.  Namun yang paling banyak diminati oleh pokmas untuk saat ini adalah Risba dan Risbari karena menggunakan baja ringan.

Danrem menekankan kepada para pengusaha yang ikut menjadi aplikator rumah rusak berat.  

Karena ini permulaan, kata Danrem, ditekankan kepada para pengusaha yang sudah siap, sudah memiliki workshop, gudang, alat angkut dan biasa bekerja dibidang tersebut sesuai dengan perjanjian dalam SPK, maka diharapkan dua hari setelah perjanjian material sudah berada di lokasi pembangunan, maka sudah bisa dilakukan pembangunan.

“Apabila tidak sesuai dengan isi perjanjian dalam SPK maka ada sanksi yang akan diberikan kepada pengusaha tersebut," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00