• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Pemerintah TTU Petakan Kelurahan Rawan DBD

11 February
18:44 2019
1 Votes (5)

KBRN, Kefamenanu : Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Propinsi Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan, dari jumlah 11 kasus di bulan Januari saat ini sesuai data yang diperoleh sudah mencapai 34 kasus di bulan Februari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, dr. Zakharias Derry Fernandez menjelaskan, data jumlah kasus DBD diperoleh dari hasil laporan seluruh Klinik maupun Puskesmas yang tersebar di Kabupaten Timor Tengah Utara.

Walaupun belum terdapat korban meninggal, namun peningkatan jumlah kasus tersebut sudah menjadi perhatian serius pihaknya, untuk tetap intens melakukan sosialisasi serta tindakan preventif lainnya. Hal ini sebagai upaya menekan angka kasus DBD di Kabupaten perbatasan dengan Negara Timor Leste tersebut.

"Jumlah kasusnya 34 orang, belum ada korban meninggal dunia dan kita juga gencar untuk melakukan upaya promosi maupun preventif kepada masyarakat," kata dr. Zakharias.

Ia menambahkan, salah satu tindakan preventif yang saat ini dilakukan yakni dengan melakukan Fogging di tempat yang terdeteksi sebagai lokasi rawan DBD.

Kegiatan pengasapan (fogging) keliling lingkungan rawan berkembang biaknya jentik nyamuk penyebab Demam Berdarah tersebut, sebagai tindakan cepat Dinas Kesehatan dalam menanggulangi penyebaran DBD.

Terdapat beberapa Kelurahan di Kecamatan Kota Kefamenanu menjadi perhatian utama Dinas kesehatan, hal dimaksud lantaran beberapa Kelurahan tersebut masuk dalam peta rawan DBD.

"Di Kecamatan Kota yang paling banyak, kita juga sudah menginstruksikan kepada seluruh kepala Puskesmas dan Rumah Sakit untuk menangani kasus DBDh dengan tepat," urainya.

Dirinya berharap masyarakat dapat segera membawa keluarganya ke fasilitas kesehatan terdekat baik Puskesmas maupun Rumah Sakit apabila terdapat anggota keluarga mengalami demam lebih dari 2 hari atau ditemukan adanya gejala DBD, sehingga dapat secepatnya memperoleh penanganan medis.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00