• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Zufrizal Gasak Harta Mantan Anggota DPRD Bukittinggi Senilai Rp 250 juta

11 February
18:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Pelaku pencurian uang dan emas senilai Rp250 juta bernama Zufrizal (32), yang tega menjarah harta kenalannya mantan anggota DPRD Bukittinggi Dewi Anggraini bersama suaminya Beni, ternyata sudah menginap selama dua hari di rumah korban.

Demikian disampaikan Kanit Buser Satreskrim Polres Bukittinggi, Ipda Fikri Rahmadi, saat dikonfirmasi RRI siang tadi, menurutnya, pelaku dengan mudah masuk ke rumah korban menggunakan kunci yang diletakkan di toko, setelah mendapat kesempatan bekerja dengan korban.

"Pelaku sudah dua hari menginap di rumah korban. Sebelumnya, pelaku menginap di rumah sepupu korban. Korban sendiri tidak menyangka pelaku tega mencuri di rumahnya, karena pelaku sudah diberi semua fasilitas di rumah tersebut," terangnya, Senin (11/2/2019).

Menurut Fikri Rahmadi, kasus pencurian isi rumah ini bermula saat pelaku datang ke Bukittingi seminggu yang lalu dari Batam. Kemudian yang bersangkutan bertemu dengan sepupu korban, karena mereka sebelumnya pernah satu tempat kerja waktu berada di Batam.

"Pertemuan itu tidak ada dijanjikan. Setiba di Bukittinggi, pelaku menghubungi sepupu korban karena dulunya merupakan rekan satu kerja, dan pelaku mengaku ingin berangkat ke Palembang untuk mencari pekerjaan, namun sepupu korban mengajak untuk tinggal, dan berusaha membantu mencarikan pekerjaan di Kota Bukittinggi ini,” jelasnya.

Kemudian sambung Fikri Rahmadi, pelaku dibawa berkenalan dengan korban Beni yang merupakan Caleg dari salah satu Partai Politik di Bukittinggi, Beni. Sementara istri korban Dewi Anggraini merupakan mantan anggota DPRD Bukittinggi, yang saat ini juga mencalonkan diri kembali.

Korban merasa kasihan dengan cerita pelaku, dan menawarkan untuk bekerja dengannya, hingga pelaku akhirnya dibawa ke rumah dan diberi tempat tinggal, pakaian serta fasilitas, begitulah niat korban untuk membantu pelaku,” ungkapnya.

Namun, saat pelaku ditinggalkan di toko milik korban, pada Jumat (9/2/2019) lalu ujar Fikri Rahmadi, saat itulah pelaku merasa memiliki kesempatan untuk menjarah harta milik korban, saat korban sibuk, pelaku meninggalkan toko mengaku ada keperluan.

“Saat korban mengecek dengan menanyai karyawan tokonya, apakah pelaku masih ada di sana, karyawan toko mengatakan, bawah pelaku tidak ada lagi. Kemungkinan dia pulang dan membawa kunci rumah yang ada di toko. Awalnya korban berfikir pelaku hanya ingin mengambil barang miliknya," sebutnya.

Fikri Rahmadi menambahkan, saat itu rasa curiga korban timbul, sehingga korban ingin memastikan ke rumah. Ternyata, kecurigaannya terbukti. Kamar milik korban sudah berantakan dan uang senilai Rp 70 juta, serta emas 150 gram atau sekitar Rp 180 juta raib.

"Malam harinya korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Bukittinggi. Sehingga, penyelidikan kita lakukan. Pelaku ternyata kabur ke Batam menggunakan pesawat sore hari, dan keeseokannya pada Sabtu 9 Februari 2019 langsung kita susul,” tuturnya.

Usai mencuri uang dan emas senilai Rp250 juta di Bukittinggi, sesampai di Batam pelaku berniat membeli sepeda motor Kawasaki Ninja bekas senilai Rp 45 juta. Naas sebelum sempat mengendarai motor baru yang sudah dipesan di toko motor bekas, Zufrizal langsung diamankan tim gabungan Macan Polresta Barelang, Subdit III Jatanras Polda Kepri, Polsek Batam Kota serta Satreskrim Polres Bukittingi.

Fikri Rahmadi menuturkan, penangkapan pelaku kurang dari 1x24 jam, bertempat di show room tempat dia hendak membeli sepeda motor tersebut, di kawasan Seraya, dekat Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

"Pelaku sudah membayar motor tersebut. Namun belum sempat pergi, kita bersama tim gabungan sudah mengamankan pelaku,” tukasnya.

Dalam perjalanan ke Bukittinggi pada Minggu 10 Februari 2019 kemaren sebut Fikri Rahmadi, pelaku sempat mencoba melarikan diri, sehingga petugas mengamankan dengan menembak paha kiri korban.

Dilain kesempatan pelaku Zufrizal, mengaku tergiur dengan uang milik korban. Sehingga  nekad melakukan pencurian.

"Saya melihat uangnya (korban) banyak. Makanya saya ingin menguasai hartanya, dan kebetulan saya juga diberikan fasilitas di rumahnya, sehingga memudahkan untuk menjarah harta mereka,” ulasnya.

Zufrizal menyesali perbuatannya dikarenakan korban sudah berbuat baik, dan menampungnya selama berada di Bukittinggi.

"Niat awal saya memang ingin mencari pekerjaan. Tapi akhirnya saya khilaf dan mencuri harta korban, saya sangat menyesal telah melakukan hal ini,” ungkapnya.

Saat ini korban bersama barang bukti sudah mendekam di Mapolres Bukittinggi untuk mengikuti pemeriksaan lebih lanjut, dan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

   

Boyong 20 Pemain, Garuda Muda Siap Bertarung di SEA Games