• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Tangani DBD, Pemprov Jabar Kerahkan Kader PKK

11 February
17:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bandung: Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menanggapi serius kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada awal tahun 2019 ini jumlahnya mulai meningkat. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat per Januari 2019, ada 2.461 kasus yang dilaporkan di seluruh Kabupaten/Kota, 18 diantaranya meninggal dunia.

Untuk itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya akan siapkan kader-kader PKK se-Jawa Barat guna berantas DBD mulai dari lingkungan keluarga.

Atalia memaparkan, kader-kader PKK akan diberdayakan sebagai juru pemantik (jumantik) yang bertugas memantau keberadaan jentik nyamuk dan memberantasnya. Sebelumnya, kata Atalia, hanya ada satu atau dua orang kader jumantik dari tingkat RW dan kelurahan. Ke depan, mengikuti arahan pemerintah pusat, kader jumantik akan diperbanyak menjadi satu orang di masing-masing rumah.

“Sebetulnya kalau dari data, kader PKK se-Jawa Barat itu mencapai 800.000 orang. Sehingga yang bisa kami lakukan adalah menyebarluaskan terkait dengan informasi ini kepada para kader, dan mereka menjadi jumantik-jumantik di wilayah masing-masing,” ujar Atalia dalam rilis yang diterima Radio Republik Indonesia, Senin (11/2/2019).

“Kalau selama ini dari tingkat RW dan kelurahan itu ada sekitar 1 atau 2 kader jumantik, kedepannya seperti yang sudah dicanangkan oleh pemerintah, bahwa harus ada satu rumah satu jumantik, artinya di setiap rumah wajib ada mereka-mereka yang menjadi pemantau, ini sangat penting saya kira,” katanya.

Lebih jauh Atalia memaparkan, gerakan jumantik ini dapat sukses dengan melibatkan seluruh masyarakat sebagai kader jumantik di rumah masing-masing. Hal ini mengingat terbatasnya jangkauan kader PKK dalam memantau lingkungan rumah tangga.

“Jadi satu rumah satu jumantik itu adalah anggota keluarga sendiri, karena mereka yang paling paham. Biasanya kalau dari kader kami yang datang ke wilayah atau ke rumah-rumah, itu hanya bisa memantau yang terlihat saja, biasanya hanya di halaman rumah atau sampai toren saja,” jelas Atalia.

Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, data DBD (Demam Berdarah Dengue) yang terlaporkan ke pihaknya hingga 31 Januari 2018 tercatat sebanyak 2.461 kasus, 18 diantaranya meninggal dunia. Adapun Kabupaten/Kota dengan jumlah laporan kasus tertinggi yaitu Kota Depok (319 kasus), Kabupaten Bandung (236 kasus), Kota Bandung (224 kasus), Kabupaten Bandung Barat (277 kasus), dan Kota Cimahi (200 kasus).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00