• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pemilu 2019

Ini Kata Dewan Pakar BPN Terkait Hasil Survei Di Jabar

11 February
16:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Dradjad H Wibowo menilai simulasi yang dilakukan oleh grup Radar di beberapa kota itu sejalan dengan survei internal Prabowo-Sandi.

Meski angkanya untuk Jawa Barat agak berbeda. Tapi, yang jelas Prabowo-Sandi unggul lumayan jauh di Jabar.

"Di Jatim dan Jateng pun Prabowo-Sandi sudah banyak meningkat. Sementara Jokowi-Ma’ruf justru trennya menurun," ujarnya kepada Radio Republik Indonesia, Senin (11/2/2019).

Dewan Kehormatan DPP PAN  menambahkan hasil survei grup Radar dan internal BPN yang menempatkan Prabowo-Sandi unggul menunjukan bahwa rakya menginginkan perubahan dan perbaikan hidup.

"Saya banyak menerima “curhatan” dari masyarakat, khususnya di Jawa Timur. Mereka mulai dari petani, pedagang kecil hingga pengusaha yang cukup mapan. Semuanya mengeluhkan kondisi bisnis dan ekonomi yang mereka hadapi," terangnya.

Khusus petani, kata Drajad, mereka mengeluhkan harga hasil bumi yang sering anjlok. Tak hanya itu, pengusaha juga mengeluhkan sulitnya kondisi bisnis.

"Itu sebabnya mereka ingin mendengarkan dari saya, bagaimana cara Prabowo-Sandi mengatasi situasi sulit tersebut. Alhamdulillah, mereka sekarang mantap akan memilih Prabowo-Sandi," pungkasnya.

Seperti diketahui, Simulasi Pilpres 2019 yang digelar Radar Bogor menghasilkan satu temuan, Jawa Barat masih menjadi lumbung suara buat Prabowo Subianto.

Simulasi ini tak hanya digelar di kota dan kabupaten Bogor, tetapi juga serentak di 12 kota/kabupaten di Jabar yakni Kota Bandung, Cimahi, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Depok, Ciajur, Karawang, Purwakarta, Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi.

Dalam hasil simulasi pencoblosan surat suara Pilpres 2019 yang dilaksanakan Radar Bogor, sebanyak 61,64 persen warga di 12 kota/kabupaten Jabar menyoblos paslon 02. Sedangkan 38,36 persen-nya mencoblos Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00