• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Terlibat Penganiayaan, Anggota Ormas Besar di Bali Diringkus Polisi

11 February
16:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Lagi-lagi anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) menebar keresahan ditengah masyarakat. Kali ini melibatkan tersangka berinisial AAS alias Gung Balang (33). Pria berbadan kekar asal Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat itu dilaporkan telah melakukan pemukulan terhadap I Wayan Sunarta (45).

Wakapolresta Denpasar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) I Nyoman Artana menjelaskan kasus ini berawal dari kesalahpahaman diantara kedua belah pihak. Korban dikatakan membantu tetangganya untuk menurunkan salah satu bendera partai politik. Penurunan bendera yang terpasang didepan rumah tetangga korban itu terjadi 3 bulan silam.

"Kemudian pada saat bendera diturunkan, korban membantu melipat bendera tersebut. Pada saat bendera sedang dilipat, datanglah pelaku yang pada prinsipnya pada saat itu tidak menerima dengan bendera yang sudah terpasang tersebut diturunkan. Dan sempat mengancam kepada korban," ungkapnya kepada awak media di Mapolresta Denpasar, Senin (11/2/2019).

Tiga bulan berselang atau tepatnya Sabtu 10 Februari 2019, korban kembali bertemu pelaku di Jalan Keboiwa, Padangsambian Kaja, Denpasar. Kala itu korban yang tengah mengendarai sepeda motor ditabrak oleh pelaku yang juga sedang mengendarai sepeda motor. Korban yang terjatuh langsung dihujani beberapa kali pukulan oleh tersangka.

"Antara korban dengan pelaku kebetulan berpapasan di jalan raya, kemudian sama-sama mengendarai sepeda motor roda dua. Pada saat itu pelaku sengaja mengambil haluan mengarah kepada kendaraan yang dikendarai oleh korban, kemudian menabrak korban dari samping yang mengenai bagian lutut atau betis atau pada korban sebelah kanan, sehingga korban terjatuh. Pada saat terjatuh tersebut, kemudian pelaku melakukan pemukulan terhadap korban beberapa kali yang mengakibatkan korban memar dibagian wajah, dan luka robek dibagian leher," paparnya.

"Atas kejadian tersebut korban pergi kerumah sakit untuk berobat, dan pada sore harinya kemudian baru korban melapor kepada pihak kepolisian. Kemudian atas kejadian tersebut, kita mengamankan pelaku dan pelaku sudah berhasil kita amankan. Pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pemukulan terhadap korban," imbuhnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan. Sedangkan barang bukti yang diamankan berupa pakaian korban yang berisikan bercak darah, pakaian pelaku yang digunakan saat kejadian, dan 1 unit sepeda motor milik pelaku.

Artana mengakui, pelaku merupakan anggota salah satu ormas besar di Bali. Namun ditanya status pelaku sebagai kader salah satu partai politik, perwira melati dua itu tampak enggan berkomentar. Pelaku pun disebut melakukan pemukulan itu bukan atas perintah dari elit atau pimpinan partai politik.

"Tidak ada, ini inisiatif yang bersangkutan. Saya kira begitu rekan-rekan ya cukup dulu," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00