• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polresta Denpasar Gulung Residivis Spesialis Curat

11 February
16:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Denpasar : Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar meringkus dua orang tersangka bernisial CK (22) dan MS (19). Keduanya ditangkap lantaran diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) di beberapa tempat kejadian perkara (TKP).

Wakapolresta Denpasar, AKBP. I Nyoman Artana kepada wartawan di Mapolresta Denpasar menceritakan awal mula aksi keduanya ketika melewati Jalan Maluku, Denpasar, Kamis 24 Januari 2019. Kala itu tersangka mendapati salah satu rumah yang kaca nakonya dalam keadaan terbuka. Melihat hal tersebut, timbul niat jahat tersangka untuk masuk kedalam rumah itu.

"Jadi mereka atau dia melihat nako yang terbuka itu menjulurkan tangannya, kemudian berupaya untuk membuka grendel pintu dari kaca nako tersebut, setelah dibuka kemudian masuk kedalam rumah tersebut mengambil barang berupa HP, dan uang. Dan kemudian berhasil dikamar pertama, kemudian pindah lagi kepada kamar berikutnya yang kebetulan bersebelahan dimana tempat tersebut adalah kos-kosan. Nah kemudian di kamar berikutnya berhasil juga menemukan 2 buah HP," ungkapnya, Senin (11/2/2019).

"Atas kejadian tersebut, kemudian pelaku melarikan diri, kemudian membagi bagiannya dibagi berdua. Kemudian akhirnya pihak korban (Yonathan Ndapa Konda Mehan, red) melapor kepada pihak kepolisian, kemudian kita berhasil mengamankan pelakunya," imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui tersangka CK yang berprofesi sebagai security merupakan residivis. Pria asal Sumba Tengah, NTT itu sebelumnya menjadi penghuni 'hotel prodeo' dengan kasus serupa.

"Dari pengakuan pelaku bahwa yang bersangkutan, salah satunya adalah juga mantan atau pernah diproses secara hukum melakukan perbuatan yang sama di wilayah Kuta Selatan dengan ancaman 1 tahun 3 bulan. Dimana sebelumnya sudah pernah dua kali melakukan kejahatan. Jadi dengan yang kemarin, jadi tiga kali, tetapi yang terakhir langsung dua kamar," tuturnya.

Artana mengakui, ketika ditangkap keduanya sempat melakukan perlawanan. Aksi keduanya akhirnya berbuah pada tindakan terukur kepolisian. Lutut kiri kedua tersangka pun terpaksa dihadiahi timah panas. Selain itu, para pelaku juga diganjar pasal 363 KUHP dengan ancaman paling lama tujuh tahun penjara.

"Ya mereka melakukan perlawanan. Barang bukti yang disita dari pelaku adalah dua unit HP merek Vivo, kemudian uang tunai Rp400.000, kemudian satu unit sepeda motor yang digunakan oleh pelaku melakukan aksinya," tutup Wakapolresta Denpasar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00