• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

PUPR Klaim Jebolnya Sejumlah Tanggul di Garut Selatan, Akibat Lemahnya Pengawasan Pemkab

11 February
15:45 2019
0 Votes (0)

KBRN,Garut : Menyikapi jebolnya sejumlah Tanggul Penahan Tanah (TPT) disejumlah daerah di Garut Selatan seperti hal nya di Kecamatan Cikelet, Pamengpeuk, dan terbaru di Kecamatan Pakenjeng akibat diterjang longsor dan banjir dengan intensitas curah hujan tinggi.

Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR Pemkab Garut Jujun Juansyah tidak menyangkal, jebolnya tanggul tersebut salah satunya disebabkan atas buruknya kualitas dari insfratruktur bangunan TPT itu, sehingga rapuh dan sangat rentan roboh saat diterjang derasnya banjir maupun longsor.

"Jebolnya sejumlah tanggul TPT juga di duga akibat lemahnya pengawasan dari unsur pemkab Garut pada pengerjaan sejumlah proyek pembangunan tanggul yang dikerjakan oleh rekanan atau pihak ketiga,"ungkapnya Senin, (11/2/2019).

Pihaknya segera mengevaluasi secara keseluruhan proyek pembangunan tanggul di kabupaten Garut dari sisi pengerjaannya atau spek dari material bangunannya.

"Kami bersama dinas terkaitnya nya baik dinas bina marga,PUPR,perkim termasuk BPBD sudah melakukan peninjauan langsung ke beberapa lokasi terjadinya bencana longsor dan banjir akibat jebolnya tanggul TPT irigasi tersebut,"ujarnya.

Jujun memaparkan, sedikitnya ditahun 2019 ini ada sekitar 30 titik lokasi rawan bencana yang segera dibangunkan TPT.

"Dengan sumber anggaran dari bantuan pemprof jabar dan APBD Pemkab Garut senilai 500 miliar rupiah , dimana biaya untuk masing - masing titik lokasi TPT tetsebut sebesar 200 juta per titik lokasi,"katanya.

Jujun menambahkan, ada perubahan sistem atau pola dalam pembuatan tanggul dimana untuk pembanguanan insfratruktur TPT tersebut akan dibuatkan sumuran atau kolong dan balok balok. "Selain dengan pola TPT sumuran yang dinilai lebih efektif dengan system boronjong,namun demikian akan disesuaikan dengan kontur tanah yang ada dimasing-masing lokasi bencana,"pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00