• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Konsumen Pertamax : Sekarang Rp, 10 Ribu Udah Dapat 1 Liter

10 February
20:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Semarang : Masyarakat mengapresiasi penyesuaian harga BBM non subsidi yang mengalami penurunan. Hanya saja, Pertamina juga diminta untuk dapat konsisten menyediakan bahan bakar subsidi seperti premium, yand dianggap masih langka.

Penyesuaian harga BBM non subdisi dengan menurunkan harga beberapa jenis BBM non Subdisi.

Hal ini mendapat apresiasi dari masyarakat kalangan menengah keatas yang setiap harinya menggunakan BBM non subsidi seperti, Pertamax Turbo, Pertamax, Dexlite dan Dex, sedangkan harga Pertalite masih stabil.

Salah satu pengguna BBM non subsidi, Rizal Kurniawan menyambut baik adanya penurunan harga BBM non bersubsidi. Ia yang setiap harinya menggunakan Pertamax sebagai bahan bakar kendaraannya ini tidak mempermasalahkan penurunan harga senilai Rp, 350.

“ Ya senang sih. Sekarang Rp, 10 ribu sudah dapat 1 liter Pertamax. Kan memang agak lama tidak turun lagi ini,” tandasnya.

Senada, Sigit Hermawan warga lainnya juga mengapresiasi penurunan harga BBM non subsidi yang dilakukan oleh Pertamina.

Hanya saja Ia meminta agar Pertamina juga dapat memperhatikan lebih keberadaan BBM bersubsidi yang saat ini mulai jarang ditemui. Hal ini karena banyak masyarakat yang tidak mampu, membutuhkan BBM jenis premium yang disubsidi oleh pemerintah.

“ (Pertamax turun) Ya baguslah. Cuman gini yang menjadi perhatian adalah yang subsidi. Benar tidak ada kenaikan harga BBM subsidi, tapi kalau pengadaannya yang dibatasi kasian kan masyarakat yang menengah kebawah. Benar sih masih ada premium, tapi itu dipinggiran, sedangkan di wilayah perkotaan cukup langka, di semarang ini yang ada diwilayah pinggiran,” keluhnya.

Sedangkan penyesuaian BBM non Subsidi yang dilakukan Pertamina yakni untuk jenis Pertamax Turbo turun 800 rupiah perliter, Pertamax turun 350 rupiah per liter, Dexlite turun 100 rupiah perliter, dan Dex turun 50 rupiah per liter.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00