• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Viral Video Siswa Bully Guru di Jatim, Ini Respon KPAI

10 February
16:09 2019
1 Votes (2)

KBRN, Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan rasa prihatinnya atas  viralnya video beberapa murid melakukan perundungan terhadap seorang guru di SMP di Gresik, Jawa Timur.

“Perilaku siswa yang mencerminkan ketidaksatunan dan tidak semestinya seorang siswa bersikap demikian pada gurunya, apalagi sang guru tampaknya hanya menegur, bukan berteriak membentak apalagi memukul,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti melalui keterangan resminya kepada RRI, Minggu (10/2/2019).

Menurutnya ada dua faktor yang menyebabkan kejadian murid melakukan kekerasan terhadap guru tersebut, yaitu faktor pertama disebabkan karakter siswa yang kurang terbina dengan baik di rumah maupun sekolah.

“Biasanya sikap anak seperti itu, ada pengaruh kuat dari pola asuh di rumah. Bisa juga karena siswa sudah kecanduan game online yang mengandung unsur kekerasan misalnya, sehingga anak jadi tidak bisa membedakan antara perilaku di dunia maya dengan di dunia nyata,” jelasnya.

Faktor kedua, lanjut Retno,  mungkin berasal dari gurunya, seperti rendahnya kompetensi paedagogik guru, terutama dalam penguasaan di kelas serta dalam menciptakan suasana belajar yang kreatif, menyenangkan dan menantang kreativitas serta minat siswa.

“Manajemen penguasaan kelas diantaranya adalah bagaimana guru dapat mengatasi kelasnya dengan karakter siswa yang bermacam-macam,” imbuhnya.

“Kemampuan manajemen penmguasaan kelas perlu di latih dan hal ini merupakan tanggungjawab Dinas Pendidikan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud),” lanjutnya.

KPAI sendiri  mengapresiasi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang segera melakukan pendalaman kasus dengan memanggil pihak-pihak terkait, terutama sekolah dan para orangtua siswa. KPAI berharap ada evaluasi dan pembenahan ke depannya.

“Tidak hanya fokus menghukum pihak yang dianggal salah, namun mengedepankan pembinaan, baik terhadap siswa maupun sekolahnya. Anak tentunya wajib belajar dari kesalahannya, namun anak juga harus diberi kesempatan memperbaiki diri,” tuturnya.

Retno menyampaikan KPAI akan melakukan pengawasan langsung ke Gresik. Namun, sebelumnya KPAI akan terus berkoordinasi Dinas Pendidikan kabupaten Gresik terkait kelanjutan kasus tersebut.

KPAI juga akan berkoordinasi segera dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA) serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) kabupaten Gresik  untuk pendampingan dan rehabilitasi psikologis terhadap guru maupun siswa.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

   

Kampung Arema, Peluang Investasi Baru di Kota Malang

00:00:00 / 00:00:00