• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kilas Bola

Satgas Anti Mafia Sepakbola Panggil Mantan Pemain Dan Pelatih Madura FC

10 February
14:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sumenep : Kasus dugaan pengaturan skor di kompetisi Liga 2 musim 2018 lalu pada pertandingan PSS Sleman melawan Madura FC di Stadion Maguwoharjo terus di dalami oleh satgas anti mafia sepakbola Polri.

Pemanggilan ini ditujukan kepada pihak pemain dan pelatih Madura FC guna mendengarkan keterangan sebagai saksi terkait dugaan tindak pidana penyuapan pada pertandingan menghadapi PSS Sleman saat keduanya bertemu di babak penyisihan grup.

Manajer Madura FC Januar Herwanto mengatakan surat pemanggilan tersebut memang sudah diteruskan kepada yang bersangkutan karena proses pemeriksaan akan dilakukan pada tanggal 12 Februari di kantor Dittipidkor Bareskrim Polri Gedung Ombudsman Republik Indonesia dengan dugaan penyuapan yang dilakukan oleh mantan Exco PSSI Hidayat.

“ Ada panggilan dari satgas untuk 4 orang yakni coach Salahudin, Chairul Rifan, Imam Mahmudi dan Usman Pribadi. Dimintai keterangan dugaan penyuapan yang dilakukan mantan Exco PSSI Hidayat di pertandingan PSS Sleman melawan Madura FC sebagai saksi “ ungkap Januar Minggu (10/2/2019)

Untuk kasus dugaan penyuapan ini tambah Januar memang membutuhkan proses yang cukup lama karena banyak alat bukti yang harus dilengkapi serta dibutuhkan ketelitian dalam menetapkan tersangka.

“ Kalau di surat panggilan memang untuk dugaan percobaan penyuapan yang dilakukan Pak Hidayat. Kalau nanti berkembang atau tidak itu pihak satgas yang mengetahui persoalan tersebut” imbuhnya  

Sebelumnya, tim satgas anti mafia sepakbola juga sempat menggeledah rumah Hidayat di Surabaya dan menyita dokumen barang bukti untuk dijadikan petunjuk dalam pemeriksaan yang berkaitan dengan dugaan kasus ini.

Hidayat sendiri telah mendapat hukuman dari komdis PSSI karena terbukti bersalah telah menawarkan jasa pengaturan skor dengan sanksi dilarang berkecimpung di dunia sepakbola tanah air selama 3 tahun, dilarang masuk stadion selama 2 tahun dan denda uang sebesar 150 juta rupiah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00