• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

HPN 2019: Ulama Rindu Pers yang Berpihak Kepada Kebenaran

10 February
10:41 2019
2 Votes (4.5)

KBRN, Situbondo: Ulama muda kharismatik, KHR Azaim Ibrahimy berharap kepada para pekerja pers untuk senantiasa patuh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam mengonstruksi fakta dan realita menjadi sebuah berita.

"Kami sangat berharap kepada para pejuang pena di medan pertempuran, untuk senantiasa menjaga keistikamahan niat dan kode etik yang tidak menyingkir dari garis agama," tuturnya, usai mengisi pengajian Tasawuf, di Situbondo, Minggu (10/2/2019).

Menurut cucu Pahlawan Nasional KHR As'ad Syamsul Arifin ini, dengan istikamah dan memegang teguh kode etik jurnalistik yang searah dengan aturan syariat Islam, pekerja pers bisa selamat tidak hanya di dunia, namun di akhirat juga.

"Hidup bukan hanya dapat berapa, tetapi apa yang dipersiapkan esok setelah kematian yang tidak semua logika mampu memahami rahasia-Nya," terangnya.

Saat dikonfirmasi terkait kinerja pers saat ini, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, Situbondo ini mengaku, bahwa sejarah masa silam terulang, dimana para pewarta mengubah ilusi menjadi nyata atau mengubah fiksi seolah menjadi realita. 

"Banyak kedustaan dibayar, dalam bahasa sekarang 'Hoax', dengan tingkat konsumtif para pencari warta. Saya tidak tahu, apakah ini karena tingkat kejahilannya atau memang karena membabi buta secara nafsu," katanya.

Lulusan Ma'had Al-Maliki Rusyaifah Makkah ini mengulas sepintas kisah para pejuang pena di masa keemasan Islam, dimana salah satu tokoh terkenal kala itu, Hasan bin Tsabit yang menggunakan media pers sebagai pembela kebenaran. 

"Kita rindu pewarta, rindu para pejuang pena, rindu hadirnya pers yang berpihak kepada kebenaran yang sesungguhnya," kata KHR Azaim penuh harap. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00