• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sudut Istana

Presiden Jokowi Harapkan Media Arus Utama Menjadi "Rumah Penjernih Informasi"

9 February
13:03 2019
1 Votes (5)

KBRN, Surabaya : Tanggal 9 Fabruari, selalu diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Kali ini Surabayapun menjadi tuan rumah HPN 2019. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatannya, dengan melibatkan banyak tokoh pers hingga sejumlah menteri. 

Sabtu (9/2/2019) pagi kemeriahan HPN 2019 juga didukung dengan kehadiran kepala negara. 

Presiden Joko Widodo mengatakan, massivenya perkembangan media sosial yang didukung dengan pesatnya kemajuan teknologi, perlu didukung dengan adanya peran media arus utama secara intensif.

"Era digital yang diikuti dengan perkembangan massive media sosial, masyarakat disajikan dengan berlimpahnya informasi. Bahkan, ada yang membuat ketakukan. Peran media arus utama kini sangat penting sebagai amplifikasi kebenaran dan dalam menyingkap fakta, terutama ditengah keganasan pasca kebenaran dan pasca fakta. Kita wajib mengatasi dampak buru gejala pasca kebenaran dan pasca fakta ini," ujar Joko Widodo dalam peringatan HPN 2019, Sabtu (9/2/2019), di Grand City Convention Center, Surabaya.

Menurut Joko Widodo, media arus utama harus mampu menjadi "Rumah Penjernih Informasi", terutama dalam menyajikan berbagai informasi yang telah terverifikasi. 

"Ditengah suasana seperti ini media arus utama justru dibutuhkan untuk menjadi "Rumah Penjernih Informasi". Untuk menyajikan informasi-informasi yang terverifikasi, untuk menjalankan peran sebagai "communication of hope" dan untuk bisa memberikan harapan-harapan besar kepada bangsa Indonesia," imbuhnya.

Selain presiden juga berharap media arus utama mampu mempertahankan visi misi dalam  mencari kebenaran dan membangun optimisme.

"Media arus utama itu harus mampu menjaga dan mempertahankan misnya untuk mencari kebenara, membangun optimisme," harap Joko Widodo.

Pada kesempatan tersebut presiden Joko Widodo juga menyatakan kegembiraannya dimana persentase tingkat kepercayaan masyarakat kepada berbagai informasi yang disajikan media arus utama dalam tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan. 

"Berdasarkan laporan lembaga survei internasional, Edelman Trust Barometer, dimana pada tahun 2018 persentase tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap media arus utama mencapai 63 persen. Kemudian, tahun 2017 sebesar 58 persen dan 2016 sebesar 59 persen. Semakin ke sini masyarakat semakin tidak percaya media sosial. Sungguh saya gembira dengan situasi ini," terangnya.

Sementara, pada peringatan HPN 2019 di Surabaya, Presiden Joko Widodo turut dianugerahi "Medali Kemerdekaan Pers".

Joko Widodo dianggap sebagai tokoh negara yang senantiasa memberikan kebebasan pers .

Sedangkan, HPN 2019 kali ini mengusung tema "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital".

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00