• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Penerjun Payung Asal Aceh itu Bernama Cut

8 February
17:16 2019
0 Votes (0)

KBRN, Aceh Besar : Pasukan Khas TNI Angkatan Udara menggelar latihan terjun payung di Lanud Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh, Jumat (8/2/2019). Latihan terjun payung itu diikuti oleh 105 prajurit TNI AU.

Dari 105 penerjun, 16 orang diantaranya wanita. Para penerjun ini terbang dengan pesawat Hercules dan melompat dari ketinggian 2000 kaki. Salah satu penerjun wanita itu bernama Serda Cut Anzela Ramadayanti.

Wanita berdarah Aceh asal Kabupaten Pidie Jaya itu berbagi cerita bagaimana awal mula dia bisa jatuh cinta terhadap pekerjaan yang terbilang berbahaya itu.  Kata Cut, untuk persiapan dia melakukan latihan selama tiga bulan.

“Saya sudah 40 kali terbang. Pertama rasa takut ada, lama kelamaan jadi hilang. Tapi rasa takut itu harus tetap ada supaya kita teliti dan tidak overconfident,” kata Dia.  

Kiprah wanita 21 tahun itu di dunia terjun payung juga tak terlepas dari jejak ayahnya yang juga adalah seorang anggota TNI. “Saya bertekat ingin melanjutkan jejak ayah saya, ayah saya menjadi motivasi bagi saya,” ucapnya.

Wanita yang kini bertugas di Makorpaskhasau di Bandung itu mengaku bangga meskipun pertama kalinya dia melakukan atraksi terjun payung di Aceh.

“Kalau di Aceh baru sekali terbang, baru hari ini. ya senang bangga bisa terbang di kampung sendiri karena jarang ada orang yang bisa terbang di kampung sendiri. Jadi kesempatan ini tidak saya sia-siakan,” ungkap wanita yang pernah bertugas di Medan, Sumut itu.

Menurut Cut, menjadi wanita bukanlah sebuah penghalang untuk menggapai cita-cita sebagai seorang penerjun payung hebat.

“Saya berpesan kepada wanita di Indonesia, khususnya untuk Aceh, mungkin bisa seperti saya. Kita harus berani dan mencoba sesuatu hal yang baru. Jangan pernah takut. Kita harus mencoba biar kita tahu. Padahal itu (jadi penerjun payung) hal yang menyenangkan,” ujar wanita yang lulu jadi prajurit TNI AU pada tahun 2017 itu.

Sementara itu, Danyon 469 Paskhas Letkol Pas Jumongga Sitinjak menjelaskan, latihan terjun payung ini digelar dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan seluruh prajurit korps paskhas TNI AU terutama di bidang kemampuan terjun payung.

“Ini untuk meningkatkan dan memelihara kemampuan prajurit seluruh Korps Paskhas yang ada di seluruh Indonesia dalam hal meningkatkan kemampuan perorangan terjun payung, khususnya terjun statik dan free fall,” jelas Jumongga.

Dalam latihan terjun payung ini, para penerjun terbagi menjadi dua grup, yaitu penerjun static dan penerjun free fall. “Kalau penerjun statik diatas ketinggian seribu meter sementara free fall dua ribu meter,” katanya.

Menurutnya, latihan ini juga sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan para peterjun wanita  yang dipersiapkan sebagai atlet terjun payung dari TNI angkatan udara.

“Para penerjun ini dari Kompi B dan Kompi C Lhokseumawe, totalnya 105 dengan komposisi 80 penerjun statik dan 25 penerjun free fall. penerjun free fall sudah include dengan wanita angkatan udara yang akan kita siapkan kelak menjadi atlet-atlet terjun payung angkatan udara,” pungkasnya.

Pantauan RRI, latihan terjun payung yang berlangsung pagi itu berjalan sukses dan mendapat sambutan cukup meriah dari  penonton yang umumnya anak sekolah dan masyarakat setempat. Cuaca yang cukup cerah, mendukung para penerjun melakukan manuver dan mendarat mulus di landasan pacu Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00