• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polres Bogor Bekuk Komplotan Residivis Ranmor, Bersenjata Api

8 February
16:31 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bogor :Kasus penembakan Eloy (55) serta perampasan kendaraan bermotor yang mengakibatkan korban meninggal dunia di GOR Mini Cileungsi Kabupaten Bogor pertengahan Januari 2019, akhirnya terungkap.  Dari hasil pengungkapan ternyata ada 4 pelaku 1 di antaranya AR (28 ) adalah residivis sekaligus eksekutor penembakan. Pelaku adalah jaringan pencuri lintas propinsi, kerap melakukan aksi kejahatan di wilayah Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta.  

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi mengungkapkan pihaknya berhasil menjaring 4 orang pelaku kurang dari 10 hari. Dalam setiap aksi kejahatannya,  AR  membawa senjata api illegal jenis revolver untuk melukai korban dan mengancam siapapun yang menghalangi.  Ke 4 pelaku , AR, NW, IM dan RH di tangkap pada 3 lokasi berbeda yakni Karawang, Depok dan Cibubur Jakarta. 

"Ini kita pengejarannya luar biasa jauh tapi kita dapat bukti petunjuk dari rekaman CCTV waktu kejadian di GOR Mini Cileungsi kemudian kita runut dan ternyata dapat itu jaringannya ternyata jaringan asal lampung dan mereka beroperasi di wilayah perbatasan di timur Kabupaten Bogor  kemudian Karawang Barat dan Bekasi dan 2 senjata dan 20 peluru kaliber 9 milimeter dari lampung dan masih kita selidiki karena berada di wilayah hukum polres lain,"jelas Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi, Jumat (8/01/2019)

Dari hasil pengungkapkan tersebut Polres Bogor mengamankan 2 senjata api rakitan , 20 butir peluru kaliber 9 milimeter  , 15 kunci leter T dan 8 sepeda motor berbagai merek.  Saat ini polisi masih mendalami asal senjata beserta peluru yang di pergunakan.

Sementara dari hasil pengakuan, para  pelaku sudah melakukan aksinya di 30 TKP, di wilayah hukum polres Bogor. Dalam aksinya, komplotan tersebut,  hanya membutuhkan waktu 1 menit untuk membawa lari sepeda motor dalam keadaan terkunci .

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky menambahkan kepada masyarakat untuk waspada jika meninggalkan kendaraannya , tidak hanya kunci ganda namun menitipkan kendaraannya di tempat yang terjaga , aman dan terbuka untuk meminimalisir tindak kejahatan.

"Kasus pencurian kendaraan bermotor ini marak dan kita menghimbau kepada masyarakat tidak hanya waspada dengan kendaraannya saja tapi juga keamanan dirinya khususnya berkendara di jalanan, kalau ada yang merasa mencurigakan dan terancam cari tempat terbuka atau hubungi layanan cepat kami,"ucapnya.

Ke 4 pelaku di jerat pasal 53 KUHP pasal 365 junto pasal 480 KUHP dan Undang Undang Darurat nomor 12 /DRT/1951 dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00