• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Dinas Kesehatan Buleleng Imbau Masyarakat Waspada Demam Berdarah

8 February
04:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Singaraja : Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menghimbau warga masyarakat agar waspada tehadap penyakit demam berdarah. Himbauan Dinas Kesehatan Buleleng agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah yang disebabkan nyamuk aides aigepty sangatlah beralasan.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, selama Januari 2019 terjadi 77 kasus demam berdarah menimpa warga masyarakat dalam wilayah Kabupaten Buleleng, terbanyak berada di wilayah perkotaan Singaraja dan Kecamatan Sukasada.

Kabid P3M dan PL Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr I Gede Suaryawan, MPH, Kamis (7/2/2019) mengatakan jumlah tersebut  mengalami peningkatan drastis karena baru sebulan sudah ada 77 kasus demam berdarah di buleleng, dibanding tahun 2018 dalam kurun waktu setahun hanya tercatat 127 kejadian.

Pola penyakit demam berdarah trendnya merebak pada bulan Januari-Pebruari  dengan curah hujan tinggi, menyebabkan media perkembang biakan jentik nyamuk dengan cepat berkembang pada genangan air hujan yang bersih disamping genangan pada penyimpanan air yang tidak pernah dibersihkan, juga kondisi rumah penduduk yang padat saling berhimpitan bisa menjadi salah satu pemicu memudahkan kemampuan nyamuk terbang dari satu rumah ke rumah lainnya”, jelasnya.

Guna menekan angka kasus demam berdarah di Buleleng ungkap Suaryawan, pihaknya telah melayangkan surat edaran himbauan waspada demam berdarah ke semua kecamatan. Selain pentingnya masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama dengan menggalakkan budaya gotong rotong dan masing-masing rumah tangga disarankan membentuk tenaga jumantik (juru pemantau jentik) mandiri.

Kabid P3M dan PL, Gede Suaryawan menambahkan, nyamuk aides aigeptypembawa virus demam beradarah biasanya beroperasi mencari darah manusia  pada  pagi, siang dan sore hari. Gejala demam berdarah panas tinggi, namun pada sebagian kasus tidak mesti ada bintik bintik merah.

Dari 77 kasus demam berdarah yang terjadi di Kabupaten Buleleng selama Januari 2019 menurut Suaryawan, beberapa diantara kondisi pasien sudah masuk fase shok, namun telah mendapatkan pelayanan dan perawatan yang baik dari dokter yang menangani.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00