• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

'Maelo Pukek' Tradisi Nelayan Turun Temurun di Sumbar

7 February
18:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Agam : Nelayan di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat hingga saat ini masih mempertahankan tradisi temurun dari nenek moyangnya yaitu “Maelo Pukek” atau menarik pukat, dalam menangkap ikan di laut.

Wali Jorong Pasie Paneh Kecamatan Tanjung Mutiara, Syafrinal, Kamis (7/2/2019), menuturkan, Maelo pukek ini, merupakan kerjasama para nelayan dilakukan secara bergotong-royong, yang tak lepas dari tradisi orang Minang.

“Maelo Pukek ini merupakan tradisi unik yang menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke pesisir Pantai Tiku, sambil melihat pemandangan di kawasan tersebut,” ulasnya.

Menurut Syafrinal, tradisi ini dilakukan secara berkelompok sebanyak 10 hingga 30 orang nelayan menarik pukek dalam kurun waktu 2 sampai 3 jam, dan dalam satu hari, para nelayan dapat maelo pukek 2 sampai 5 kali, tergantung cuaca untuk melaut.

“Jika cuaca bagus, nelayan dapat maelo pukek hasil tangkapannya 2 sampai 5 kali dalam sehari. Justru sebaliknya, kalau cuaca buruk, maelo pukek hanya dilakukan satu kali bahkan tidak sama sekali,” terangnya.

Dari tangkapan hasil Maelo Pukek, para nelayan membagikannya secara bersama-sama, dan tradi seperti itulah sambung Syafrinal yang terus dipertahankan hingga sekarang, karena semangat kerjasama sangat diutamakan.

Sementara itu Camat Tanjung Mutiara, Yogi Astarian, menuturkan, tradisi Maelo Pukek itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Tiku, karena kearifan lokal yang masih terjaga hingga sekarang itu masih ditemukan di daerah ini.

“Wisatawan yang datang juga banyak yang ingin mencoba tradisi Maelo Pukek, mereka juga ikut berpartifipasi menarik nya bersama nelayan, hal itu akan menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan,” ungkapnya.

Yogi Astarian menambahkan, pihak Kecamatan Tanjung Mutiara juga menjadikan tradisi Maelo Pukek itu dalam paket wisata yang ditawarkan, dan sejauh ini hal itu membawa hal positif dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

“Kepada nelayan diminta untuk tetap menjaga tradisi Maelo Pukek itu, karena ini akan membantu potensi wisata di Pantai Tiku, dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang,” tukasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00