• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Bertemu Wali Kota Solo, Slank Ungkap Kekaguman Lokananta

7 February
13:51 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta : Empat pentolan Grup Band Slank berkunjung ke Balaikota Surakarta, Kamis (7/2/2019). Mereka adalah Bimbim (Bimo Setiawan Almachzumi), Kaka (Akhadi Wira Satriaji), Ivan Kurniawan Arifin (Ivan), dan Mohammad Ridwan Hafiedz (Ridho Slank).

Kedatangan salah satu grup band legendaris Indonesia ini bersama beberapa orang manajemen. Setibanya di Balaikota, mereka langsung disapa Wali Kota Solo FX.Hadi Rudyatmo di ruang kerjanya.

Mereka sempat duduk santai bersama orang nomor satu di Kota Solo. Sekitar 15 menit mereka berbincang-bincang tertutup di ruangan Wali Kota.

Kedatanganya di Pusat Pemerintahan Kota Solo ternyata untuk pamit pulang kembali ke Jakarta. Seusai bertemu Rudy sapaan akrab Wali Kota, Bimbim menyampaikan, sepekan di Solo belum sempat kulonuwun

"Kita ke sini (Balaikota) mau pamit karena seminggu ini di Lokananta Record (Perum Percetakan Negara di Solo). Mumpung ada waktu pak Walikota ini kita sebelum pulang," ungkap Bimbim kepada wartawan di Loby Balaikota Surakarta.

Slank mengaku kagum dengan Lokananta. Lokananta merupakan perusahaan rekaman musik (label) pertama dan satu-satunya milik negara yang didirikan di Solo, Jawa Tengah. Sejak berdirinya, Lokananta mempunyai dua tugas besar, yaitu produksi dan duplikasi piringan hitam dan kemudian cassette audio.

Mulai tahun 1958, piringan hitam mulai dicoba untuk dipasarkan kepada umum melalui RRI dan diberi label Lokananta yang kurang lebih berarti "Gamelan di Kahyangan yang berbunyi tanpa penabuh".

"Kenapa Lokananta,?. Karena menurut kita bersejarah standart internasional (studio rekamannya)," sambung Kaka.

Kekaguman pada Lokananta juga disampaikan Bimbim. Drummer kelahiran Jakarta itu mengaku punya ide banyak yang akan disampaikan kepada pengelola Lokananta.

Pemanfaatan Lokananta sebagai museum musik menjadi salah satu idenya. Selain itu di sana juga dapat menggali sejarah musik Indonesia.

“Sekarang pada pengin nyetak album vinyl. Selama ini banyak yang kita omongin ke pengelolanya,” kata dia.

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mendukung apa yang dilakukan anak-anak Slank. Menurutnya, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Prof Kacung Maridjan pernah menggagas Lokananta sebagai museum keroncong. Namun karena beberapa hal, niat tersebut urung dilaksanakan.

“Lokananta banyak manfaatnya, sangat bisa untuk destinasi wisata. Unsur pendidikan dan sejarahnya sangat kental. Dulu saat Dirjennya Pak Kacung mau dijadikan Museum Keroncong. Tapi keburu diganti, jadinya sekarang Museum Keris duluan," beber Rudy.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00