• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Kepulauan Maratua Kaltim Masa Depan Pariwisata Indonesia

7 February
09:57 2019
0 Votes (0)

KBRN , Samarinda : Percepatan pengembangan pembangunan Kepulauan Wisata Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) resmi dilakukan. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Gubernur Kaltim  Isran Noor, Bupati Berau H Muharram dengan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN Nico Barito tentang Pembentukan Tim Percepatan Kerja Sama Pengembangan Strategis Kepariwisataan Kepulauan Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim.

Penandatanganan dilakukan di Guest House Komplek Lamin Etam, Kamis (7/2/2019).

Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN Nico Barito mengatakan ke depan Maratua harus menjadi daerah yang tenang bagi wisatawan asing maupun nusantara.

"Ke depan Maratua harus bisa dijadikan destinasi khusus, papan atas, bayar mahal, sekali berkunjung sampai 10 hari dan wisatawan merasakan kenyamanan dalam diri. Dan Pariwisata  Kaltim bisa menjadi andalan Indonesia kedepan. Artinya, kita inginkan Maratua jadi tempatnya bulan madu orang-orang kaya dari Hongkong," jelasnya.

Sementara di tempat yang sama Isran berpesan momentum ini diharapkan mendatangkan keberkahan bagi rakyat Kaltim, terutama rakyat Berau khususnya masyarakat Maratua.

"Semoga bisa terwujud, sehingga bisa menumbuhkan kemajuan sektor kepariwisataan dan  perekonomian masyarakat," harap Isran Noor.

Untuk mendukung rencana pengembangan ini, diperlukan konsistensi seluruh pihak terkait pengembangan pariwisata di Maratua. Permasalahan pasti, termasuk urusan lahan. Namun diharapkan persoalan lahan ini tidak sampai menghambat pengembangan kawasan Kepulauan Maratua.

Termasuk mengenai harapan Pemkab Berau untuk pengembangan Bandara Maratua. Isran menegaskan, mengenai infrastruktur fisik yang besar Pemprov Kaltim tidak akan lagi mengeluarkan alokasi anggaran, tidak terkecuali pengembangan Bandara Maratua.

"Bandara Maratua kita akan koordinasi dan komunikasikan dengan Kementerian Perhubungan untuk membantu. Karena, sekarang untuk pembangunan bandara menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan. Kita sudah tegaskan Kaltim pasti tidak menggunakan dana APBD," tegasnya.

Penandatanganan juga dirangkai penyerahan berita acara SKB antara Gubernur dengan Bupati Berau dan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, serta penyerahan masterplan pengembangan Kepulauan Maratua dari Nico Barito kepada Gubernur dan Bupati Berau, serta diakhiri pemberian kenang-kenangan dari Gubernur Isran Kepada Nico Barito.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00