• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Begini Cara Komplotan Spesialis Pembobol Brankas Beraksi di Toserba Luwes

7 February
06:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen : Komplotan pembobol brankas Toserba Luwes di Jalan Sukowati Sragen telah tertangkap Jajaran Polres Sragen, Minggu (3/2/2019). Ketiganya yang merupakan warga karanganyar ini ternyata sudah sangat mahir dalam membobol brankas. 

Catatan Polres Sragen dua pelaku telah membobol brankas Toserba Luwes masing masing di Ngawi Jawa Timur setahun silam dan Sragen Jawa Tengah Kamis 31 Januari lalu. Bahkan sksi pembobolan brankas milik Toserba Luwes Sragen sempat membuat heboh. Salah satunya karena uang yang berhasil dibawa kabur oleh para pelaku mencapai lebih dari Rp 2,2 miliar.

Adapun komplotan spesialis pembobol brankas itu berjumlah tiga orang. Di antaranya Supriyanto, (Gendon) 34, Narwan, (Iwan) 38, dan Risang Gilang, 21. Aksi para pelaku ini terbilang cukup rapi. Semua peralatan sudah dipersiapkan sebelumnya. Seperti mesin gerinda listrik, mesin bor listrik dan sejumlah peralatan lainnya. Pembobolan brankas dilakukan dini hari saat penjaga malam tengah pulas tidur. 

Otak pembobolan, Supri sudah merencanakan dengan matang aksinya. Yakni dia memilih Narwan untuk bekerja sendiri membobol brankas. Agar aksinya berjalan lancar, Narwan pun sebelumnya bersembunyi di lantai dua wahana permainan Toserba Luwes.

Setelah toko tutup, barulah Narwan melakukan aksinya sendirian. Sedangkan dua tersangka lainnya yakni Supri dan Risang menunggu di luar toko sambil mengawasi situasi di luar toko. 

"Yang mendapatkan tugas untuk membobol brankas ini hanya satu orang yakni Narwan. Rencananya kan dua, dengan Risang, tetapi tidak jadi, akhirnya dua orang hanya berjaga diluar,” beber Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan saat gelar perkara di mapolres Rabu (6/2/2019).

Setelah berhasil membobol brankas yang berisi uang lebih dari Rp 2,2 miliar. Narwan langsung membawa uang tersebut keluar dari Toserba. Pelaku sempat membawa salah satu motor jenis Honda Revo yang terparkir di Toserba tersebut.

"Uang yang ada di dalam brankas tidak dibawa semuanya, tapi disisakan sekitar Rp 300 juta. Sedangkan tas yang digunakan untuk membawa uang Rp 2,2 miliar didapat dari Toserba itu. Jadi semuanya ada di Toserba," ungkapnya.

Setelah berhasil mengambil uang, para pelaku lantas menggunakannya untuk berbagai keperluan. Narwan menggunakan untuk berfoya-foya dan karaoke. Ada juga untuk membeli emas, ditabung dan juga untuk membeli mobil Daihatsu Xenia. 

Kapolres juga membeberkan bahwasanya Supri dan Iwan adalah spesialis pembobol brankas lintas provinsi. Keduanya berprovesi sebagai tukang las dan pembuat brankas.

“Supri dan Iwan ini pembuat brankas. Bahkan enam bulan lalu brankas Toserba Luwes ini yang menyuplai dia. Jadi sangat paham cara untuk membobolnya,” terang Kapolres.

Sementara itu Supri mengaku, rencana membobol brankas Luwes itu hanya mengandalkan filing saja. Pihaknya tidak tahu kalau isis brankas mencapai Rp 2,5 miliar.

“Pikiran saya akhir bulan pasti ada stok uang buat gaji dan toko juga ramai. Hanya tangan kosong kami tidak pakai magic apapun,” kata Supri. Ketiganya dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman selama tujuh tahun penjara. MI

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00