• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Mengintip Antusiasme Mahasiswa Asing Belajar Membatik di IBU Malang

6 February
20:06 2019
3 Votes (3.7)

KBRN, Malang: Jacqueline Kirchner, seorang pelajar asal Jerman dengan jeli menuangkan tinta batik pada selembar kain katun berwarna putih. Sambil membawa sebuah canting, wanita 31 tahun dengan serius membentuk motif bunga dalam karya batiknya. 

Jacqueline merupakan satu diantara 22 mahasiswa asing asal Eropa yang tergabung dalam Fakultas Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) di Insitut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang atau kerap disebut IBU. Praktik membatik merupakan salah satu pembelajaran kebudayaan Indonesia yang diajarkan di kampus yang terletak di Jalan Citandui Kota Malang ini.

Bersama suaminya, Manuel Kirchner, wanita yang kerap disapa Jacky ini mengaku tertarik dengan budaya dan Bahasa Indonesia. Hal itulah yang membuatnya datang ke IBU untuk menjadi salah satu mahasiswa asing. "Ini kedua kalinya datang ke Indonesia. Sebelumnya saya datang sebagai turis, ternyata jatuh cinta dengan budaya Indonesia. Sehingga saat ini belajar bahasa dan budaya Indonesia di IBU," tuturnya di sela kegiatan membatik yang digelar di halaman kampus IBU, Rabu (6/2/2019).

Bagi Jacky, seni membatik yang ia pelajari bersama rekan-rekannya merupakan kebudayaan Indonesia yang unik. Meskipun membatik baginya bukanlah hal yang mudah. Mengaplikasikan tinta menggunakan canting ke kain menjadi hal baru baginya. 

"Di Jerman kita juga bisa membeli batik. Tetapi batiknya tidak seindah di Indonesia. Meski agak sulit mengaplikasikan tinta ke pola batik,  saya menikmati proses belajar ini," katanya sambil tersenyum.

Antusiasme Jacqueline belajar budaya Indonesia khususnya Malang cukup besar. Jika rekan-rekannya berencana belajar di Malang sekitar satu tahun, ia dan suaminya berencana tinggal di Indonesia hingga tiga tahun ke depan. Ia memulai pembelajaran di IBU sejak Desember 2018 lalu.

"Saya kemungkinan sekitar tiga tahun  tinggal disini. Selain belajar membatik, saya juga mendalami tata Bahasa Indonesia. Proses pembelajaran di IBU bagus, kampus ini mereka punya program pembelajaran yang bagus bagi kami mahasiswa asing," ungkapnya.

Selain mahasiswa asing asal Jerman, sejumlah mahasiswa lain dari berbagai negara juga melakukan kegiatan serupa. Mereka berasal dari Afganistan, Korea, Italia, Jepang, dan negara lainnya. Program pembelajaran bagi mahasiswa asing ini telah diterapkan di IBU Malang sejak 2008 silam. Sudah ada ratusan alumni mahasiswa asing yang belajar budaya dan bahasa Indonesia di kampus pencetak tenaga pendidik ini.

"Untuk tahun ajaran 2018-2019 ini total ada 22 mahasiswa asing. Tujuh diantaranya mahasiswa program beasiswa yang masa belajarnya satu tahun. Lainnya adalah mahasiswa yang mengikuti perkuliahan reguler," kata Rektor IKIP Budi Utomo Malang, Dr Nucholis Sunuyeko.

Menurutnya, belajar membatik adalah salah satu bentuk pengenalan budaya. Sebab tujuan utama mahasiswa asing ke Indonesia adalah belajar budaya dan bahasa. Namun di IBU, pembelajaran tak hanya berupa teori di kelas, namun mahasiswa asing diajarkan secara langsung mengaplikasikan seni membatik.

"Ini yang membedakan kami dengan perguruan tinggi lain. Selain membatik, dosen juga memberikan ilmu menari topeng Malangan. Nilai nilai lebihnya, mereka mendapatkan pengalaman langsung membatik ataupun menari," tandasnya. 

Nurcholis menilai, antusiasme mahasiswa asing belajar budaya dan bahasa Indonesia di IBU sangat tinggi. Tak hanya di Malang, namun mereka juga akan diajak belajar kebudayaan Jawa di Yogyakarta. Upaya pembelajaran bagi mahasisiswa asing ini juga sebagai langkah menjadikan IBU sebagai kampus internasional.

"Target kami adalah memberikan pengetahuan bagi mahasiswa asing tentang Indonesia, kemudian mereka menyebarkan bagaimana budaya Indonesia ke kancah internasional. Tak hanya mendukung pendidikan, program ini juga berkaitan dengan pengembangan pariwisata di Malang," pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00