• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Pemilu 2019 Tak Pengaruhi Minat Wisman

6 February
17:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bangli : Iklim perpolitikan tanah air menghangat jelang pemilihan umum (pemilu) 2019. Sejumlah pihak khawatir, kondisi itu membawa dampak negatif khususnya terhadap sektor kepariwisataan.

Meski demikian, Kementerian Pariwisata meyakini konstelasi perpolitikan tidak akan berimbas buruk. Staf Ahi Menteri Pariwisata, Prof. I Gede Pitana mengatakan, selama ini minat calon wisatawan mancanegara (wisman) tidak pernah terpengaruh agenda politik dalam negeri Indonesia.

"Dan kita sudah membuktikan bahwa demokrasi Indonesia itu betul-betul damai. Tahun 2004, 2009, dan 2014 tidak ada kasus apa-apa kan. Jadi ini juga sekaligus menjadikan kita itu lebih percaya diri bahwa semua akan berjalan dengan baik dan tidak ada kekhawatiran dari kami di pariwisata," ungkapnya kepada wartawan di Kintamani, Bangli, Rabu (6/2/2019).

Pitana mengaku tidak ada langkah promosi khusus pada tahun politik ini. Kementerian pariwisata disebut menerapkan pola promosi yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Kita tetap promosi sebagaimana biasanya. Demokrasi, pilkada, pileg, pilpres itu adalah pekerjaan rutin yang selalu datang setiap lima tahun. Bukan suatu hal yang harus ditakuti. Justru mari kita ajak masyarakat untuk berselebrasi masalah ini," ujarnya.

Ditanya optimisme target 20 juta kunjungan wisman tahun 2019, Pitana yakin angka itu dapat terealisasi. Rentetan bencana disejumlah daerah, termasuk pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden-waki presiden (pilpres) kembali dipastikan tidak menjadi penghambat dalam mendatangkan 20 juta pelancong asing.

Namun ada satu hal yang perlu diantisipasi yaitu black campaign yang dilakukan negara kompetitor. Menyiasati itu diperlukan langkah antisipasi, diantaranya memaksimalkan peran media massa untuk mengcounter isu atau informasi hoaks yang diarahkan kepada Indonesia.

"Disana peranan peta heliks terutama media untuk bersama-sama kita membangun Indonesia. Ketika media menyampaikan berita-berita baik, maka itu berarti media itu membantu Indonesia untuk memajukan negara kita sendiri," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00