• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

BMKG Tambah 50 Sensor Gempa di Sumbar

6 February
16:33 2019
1 Votes (5)

KBRN, Padang: Berdasar penelitian, Megathrust Mentawai telah masuk periode pelepasan energi, yang diprediksi mencapai 8,8 Scala Richter. Jika energi itu lepas dalam satu kali waktu, maka bisa memicu gelombang tsunami ke daratan pesisir Sumatera Barat mencapai 10 meter. 

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, hasil pemantauan BMKG, terdapat 8 zona kegempaan di Indonesia yang patut diwaspadai, salahsatunya yang berpusat di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

“Di Sumatera Barat dilewati Sesar Semangko. Potensi gempanya juga besar, tapi tidak sampai 8,8 SR. Untuk Megathrust Mentawai di posisi pertama yang patut diwaspadai. Sebab analisis para ahli, pelepasan energi, ya tahun-tahun ini. energi yang dikeluarkan akan keras,” ucapnya dalam Rakor Mitigasi dan Penanganan Gempa Tsunami di Sumatera Barat, Rabu (6/2/2019).

Menyikapi kondisi itu, jelas Dwikorita, BMKG telah memasang 10 stasiun pengamatan. Tahun ini, BMKG juga mengupayakan menambah peralatan dari dana hibah Cina.

“Sedikitnya ada 50 sensor gempa yang akan dipasang di Sumatera Barat. Fungsinya untuk menangkap gelombang gempa primer. BMKG bekerjasama dengan salah satu lembaga di Cina untuk pemasangan sensor ini,” ungkapnya.

Selain itu, beber Dwikorita, BMKG juga akan menambah alat pendeteksi tsunami atau Buoy. Jumlah yang dipasang tidak sebanyak sensor.

“Pemasangan dan ujicoba perlu waktu 1 tahun. Semoga disetujui tahun ini, sehingga bisa berguna tahun depan,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Danny Hilman, Peneliti Gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia membenarkan, masih ada energi yang belum lepas dari segmen Mentawai, yang kekuatannya mencapai 8,8 SR. Untuk itu, mitigasi harus benar-benar dipersiapkan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00