• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Internasional

Gaza Krisis Pangan, Segera Salurkan Bantuan Anda

29 January
16:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC) Indonesia, sejak Sabtu (26/01/2019), membuka dapur umum untuk menyediakan makanan gratis bagi para pasien yang sedang dirawat di rumah sakit As-Syifa, Gaza, Palestina.

Program tersebut diadakan untuk membantu pihak rumah sakit yang tidak mampu memberikan pelayanan makanan kepada pasien akibat krisis pangan, obat-obatan dan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC) Indonesia mengadakan program pengadaan makanan gratis untuk pasien yang sedang dirawat di rumah sakit As-Syifa Gaza.

Founder Yayasan NPC Abdillah Onim, mengatakan bahwa program tersebut akan berlangsung selama 10 hari kedepan. Mereka akan menyediakan 3.300 porsi makanan yang diprioritaskan kepada pasien gagal ginjal dan anak-anak yang sedang dirawat di instalasi anak dan pasien orang tua.

"Dapur Umum Amanah Indonesia memasak dan menyediakan makanan untuk ratusan pasien rawat inap dimana makanan dimasak adalah rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (Kemkes) Palestina di Gaza, hari pertama menyediakan makanan Roti, Ayam bakar, Humus, buah dan soft drink dimana harga perporsi jika dirupiahkan sama dengan Rp.80.000/pasien. Mengoperasikan dapur umum di rumah sakit di Gaza dalam sepuluh hari membutuhkan biaya atau anggaran Rp. 200,000,000 yaitu membeli bahan mentah tentu bekerja sama dengan perusahaan yang ditunjuk langsung oleh pihak KEMKES Palestina," jelasnya dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa (29/1/2019).

Selain krisis makanan, lanjut Onim, pihak rumah sakit pun mengalami krisis BBM untuk mengaktifkan generator, masing-masing rumah sakit di Gaza terutama rumah sakit khusus anak dan rumah sakit Syifa membutuhkan BBM 8.000 Liter Solar (Harga Rp. 150.000.000) digunakan sebagai pasokan menyalakan generator selama 1 minggu hingga 10 hari tergantung tindakan operasi pasien. Bahkan krisis obat-obatan pun melanda, dalam 1 minggu pihak rumah sakit membutuhkan dana obat-obatan Rp. 500.000.000 hingga 1 Miliar dalam seminggu, ini untuk satu unit rumah sakit saja.

"Harapan saya semoga rakyat Indonesia melalui NGO dan pemerintah segera merespon untuk membantu mencari solusi demi menyelamatkan pasien anak-anak di Gaza, apapun itu tentu sangat bermanfaat," tuturnya.

Seorang karyawan Rumah Sakit Asy-Syifa, Dokter Mukhlis Al-Adham, mengatakan bahwa pihak rumah sakit tidak mampu menyediakan makanan akibat krisis keuangan yang dihadapi Rumah Sakit Asy-Syifa dan rumah sakit lainnya di Gaza telah berlangsung selama 12 tahun akibat blokade Israel, puncak krisis awal tahun 2018 hingga memasuki tahun ajaran 2019.

Selain keuangan, Rumah Sakit Asy-Syifa juga menghadapi krisis listrik dan obat-obatan. Blokade Israel telah melumpuhkan semua sector terutama sector ekonomi dan menghalangi pemerintah Gaza untuk mengimpor bahan bakar dari luar. Bahkan Israel tidak mengizinkan bahan bakar bantuan negara lain untuk masuk ke Gaza.

Saai ini menurutnya warga Gaza hanya mendapatkan pasokan listrik sebanyak empat jam dalam satu hari. Hal ini akan sangat berbahaya khususnya bagi pelayanan rumah sakit, ratusan kasus pasien terpaksa tidak dapat melaksanakan tindakan operasi karena tidak ada listri, sedangkan pihak rumah sakit mengalami krisis BBM.

"Rumah Sakit Asy-Syifa merupakan rumah sakit rujukan terbesar yang terbesar di Gaza bahkan seluruh wilayah Palestina dengan luas yang mencapai 365 km2. Untuk menyediakan makanan, dibutuhkan dana sekitar 100 ribu USD perbulan," ungkapnya.

Dalam satu hari Rumah Sakit Asy-Syifa perlu mempersiapkan 3000 porsi makanan untuk sarapan pagi, siang dan malam. Karena terdapat sekitar seribu warga Gaza yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

Dari ribuan pasien, kini tinggal 500a pasien yang mampu dirawat oleh pihak rumah sakit, sebagiannya harus pulang ke rumah bahkan kamar rawat inap jadi kosong, alat kesehatan tak beroperasi dan rak apotik jadi kosong.

Adham memberikan apresiasi yang sangat tinggi dan mengucapkan terima kasih atas nama Rumah Sakit Asy-Syifa dan Kemkes Palestina kepada semua pihak yang terlibat dalam program ini. Khususnya Yayasan Nusantara Palestina Center dan warga Indonesia.

Onim menjelaskan untuk meringankan penderitaan pasien di gaza, mereka akan segera membuka dapur umum amanah Indonesia di Rs. As-Syifa Gaza pada 28 Januari 2019.

"Segera, kita bantu, Indonesia Bantu," tuturnya.

"Cukup menyisihkan Rp.80,000 Kita telah peduli nasib pasien anak-anak Gaza," lanjutnya.

Salurkan kepedulian anda melalui Rekening BNI Cabang Kramat 69000 90089 a/n Yayasan Nusantara Palestina Center atau Rekening BNI Cabang Kramat 69000 90001 a/n Abdillah Onim.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00