• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Lingkungan Hidup

Pedagang Keluhkan Sampah Menggunung di Pasar Gebang

29 January
11:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jember : Pengelolaan sampah  pasar tradisional menjadi persoalaan tesendiri yang dikeluhkan oleh para pedagang di area pasar Gebang, Kelurahaan Kaliwates, Jember. 

Sejak sepekan terakhir ini, tumpukan sampah terlihat menggunung di area dalam pasar sehingga mengeluarkan aroma bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan para pengunjung pasar setempat. 

"Sudah hampir 11 hari sampah disini tidak diangkut dan dibiarkan menumpuk oleh petugas pasar sampai aromannya menganggu sekitar," ujar salah satu pedagang pasar Gebang, Supriyanto kepada RRI, Selasa (29/1/2019). 

Padahal menurutnya, para pedagang secara rutin ditarik retribusi setiap hari oleh petugas pasar dan salah satu peruntukannya untuk jasa kebersihan. 

"Kalau ini dibiarkan seperti ini, pasar akan tetap bau, kotor dan sangat membuat tidak nyaman para pengunjung, apalagi sampah dibiarkan di kawasan terbuka seperti ini," keluhnya. 

Para pedagang meminta agar petugas pasar Gebang melakukan pengelolaan sampah secara serius sehingga tidak banyak menui keluhan dari para pedagang maupun para pengunjung. 

"Kepala pasar harusnya bisa mencari solusi dengan menyewa armada untuk mengangkut sampah disini, karena dana untuk itu juga ada dari iuran pedagang setiap hari, kalau dibiarkan seperti ini pasar akan menjadi kumuh dan kotor," tegas Suprianto. 

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Pemkab Jember, Anas Makruf saat dikonfirmasi terkait persoalaan tumpukan sampah yang tidak terangkut di kawasan Pasar Gebang mengaku karena terkendala adanya kerusakan armada pengangkut sampah  yang biasa melakukan pengangkutan sampah pasar di area pasar gebang. 

"Benar beberapa waktu ini truk kita rusak sehingga tidak bisa mengangkut sampah di pasar gebang, saat ini kita sudah berkordinasi dan minta bantuaan DKLH agar sampah disana bisa segera diangkut ke TPA," pungkas Anas.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00