• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Dubes RI di Manila: Belum Ada Laporan WNI Korban Ledakan Gereja Katedral di Jolo

28 January
18:02 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Serangan bom di gereja Katedral Katolik di Jolo, Sulu, Filipina Selatan, Minggu pagi (27/1/2019), mengejutkan masyarakat internasional. Pasalnya, ledakan tidak hanya terjadi ketika misa berlangsung tapi juga saat evakuasi terhadap korban ledakan pertama berlangsung oleh aparat setempat.

Sayangnya, ledakan yang hingga kini masih diinvestigasi siapa dalang dibalik kejadian tersebut menyebabkan korban meninggal 27 orang dan 111 orang luka-luka. Sedangkan, ledakan tersebut terjadi tepat beberapa hari setelah pemungutan suara untuk pembentukan otonomi Bangsamoro dilaksanakan.

Duta Besar RI di Manila, Sinyo Harry Sarundajang, mengatakan, hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai warga negara Indonesia (WNI), yang menjadi korban meninggal maupun luka-luka dalam ledakan tersebut.

“WNI memang tidak ada laporan kepada kami. Sampai saat ini kami berusaha mendapatkan informasi dari jaringan kami di Sulu dan Jolo. Tapi, hingga saat ini belum ada (menjadi korban ledakan),” ujar Sinyo Harry Sarundajang ketika dikonfirmasi RRI, Senin (28/1/2019).

Harry menjelaskan, meski demikian pihaknya yakin bahwa tidak akan ada WNI yang menjadi korban, sebab diketahui tidak ada WNI yang berdomisili di wilayah rawan Jolo maupun di provinsi Sulu.

“Memang beberapa waktu lalu kunjungan kami ke daerah-daerah di Filipina Selatan, tapi tidak ke Jolo. Tapi, ke wilayah-wilayah –sekitar kami merasa aman dan dapat berbicara dengan masyarakat. Terutama WNI di daerah Davao City misalnya. Kami imbau WNI agar tidak merapat ke daerah-daerah seperti itu dan mereka umumnya memahami. Saya yakin sampai saat ini tidak akan ada WNI yang terlibat di sana. Dan, tidak ada WNI yang punya tempat tinggal di Jolo dan Sulu,” paparnya.

Dibagian lain Sinyo Harry Sarundajang menyatakan, pasca terjadinya serangan bom di gereja Katedral Katolik Jolo, Sulu, Minggu pagi, WNI diimbau untuk tetap waspada.

“Kami akan memberikan informasi sedini mungkin kepada WNI kita, untuk berhati-hati. Sebab, 3 minggu lalu terjadi ledakan bom di kota Cotabato, Filipina Selatan juga,” terang Sinyo Harry Sarundajang.

Sementara, melansir ABSCBN, aparat militer Filipina Senin, 28 Januari 2019, menyebut, Jolo sebagai kubu dari militant Abu Sayyaf Group (ASG), merupakan kandidat utama yang dicurigai dalang dibelakang serangan bom tersebut.

Dimana secara spesifik otoritas militer Filipina yakin, serangan bom dirancang oleh fraksi yang disebut “Ajang-Ajang”.

Kelompok ini terkenal kejam ketika menyandera dan melakukan pemerasan di kawasan Provinsi Sulu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00