• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Investasi Emas Diprediksi Jadi Pilihan Realistis di Tahun Politik

26 January
06:04 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Kendati suhu politik menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 kian meninggi, namun prospek investasi perdagangan berjangka komoditas diprediksi akan tetap stabil.

Prediksi tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, pada acara Investment Outlook dengan tema "Kemilau Harga Emas di Tahun Babi 2019" yang digelar di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Jumat (25/1/2019) malam.

Menurut Yunarto, situasi politik kekinian tidak mempengaruhi arus investasi, meski diyakininya bakal terjadi guncangan.

"Pemilu nanti relatif damai, guncangannya ada tapi kecil," jelasnya.

Ia justru mengkhawatirkan arus investasi di indonesia bakal terganggu karena situasi ekonomi di tingkat global yang bergejolak.

"Kalau lihat IHSG, dalam sejarahnya yang jatuh cukup dalam tidak pernah karena politik. Pada tahun 1974 ada peristiwa Malari, ternyata perekonomian kita aman-aman saja. Pada 1998 itu karena krisis global, 2008 IHSG anjlok karena krisis yang disebabkan subprime mortgage," terang dia. 

Pendapat senada disampaikan Chief Bussiness Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya. Ia menilai peluang pasar Perdagangan Berjangka Komoditas (PBK) masih tetap terbuka, meski ada pemilu.

Teddy juga memprediksi jumlah permintaan komoditas seperti kopi dan emas bakalan masih tinggi.

"Yang jelas fokus strategi kami tetap sama dengan sebelumnya, yakni mengedukasi masyarakat seluas-luasnya agar semakin memahami pilihan berinvestasi di PBK dan berinovasi merancang aneka produk investasi yang mampu memenuhi kebutuhan nasabah dan pasar," tuturnya.

Lebih lanjut Teddy menjelaskan, tahun ini komoditas emas akan menjadi andalan perseroan, karena emas dinilai mampu meningkatkan volume transaksi bilateral maupun multilateral.

Rifan Financindo Berjangka sendiri berharap total volume transaksi tahun 2019 mampu menembus 1,5 juta lot, yang terdiri atas 1,1 juta lot untuk transaksi bilateral dan 400.000 lot untuk transaksi multilateral.

Menurut Teddy, realisasi angka tersebut didukung dengan pengembangan infrastruktur dan ekspansi sumber daya manusia serta penambahan jumlah dan skill marketing di setiap cabang.

Saat ini RFB sudah memiliki 10 kantor yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, Medan, Pekanbaru, Palembang dan Yogyakarta.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00