• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Said Aqil : Ba'asyir Harus Komitmen Kepada NKRI Jika Bebas Bersyarat

22 January
19:04 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pro kontra rencana pembebasan terpidana terorisme, Abu Bakar Baasyir menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama Said Aqil Siroj merupakan hal wajar.

Hal itu disampaikan Said Aqil usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/01/2019).

Said juga menilai alasan kemanusiaan menjadi salah satu faktor rencana pembebasan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di pegunungan Jantho, Aceh, pada 2010 itu.

Menurut Said, lantaran sifatnya yang bebas bersyarat, maka salah satu yang harus dilakukan oleh Baasyir adalah menyatakan setia pada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Sangat positif sekali karena demi kemanusiaan, tapi tolong betul-betul memiliki komitmen untuk setia kepada Pancasila dan NKRI. Beliau (Red. Abu Bakar Baasyir) harus mau menandatangani pernyataan itu, siapa pun yang hidup di sini harus seperti itu," kata Said.

Kedatangan Said Aqil ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Jokowi bersama dengan  Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), diakuinya tidak membahas mengenai rencana pembebasan bersyarat Abu Bakar Baasyir.

"Banyak, sih, pembahasan. Akan tetapi, soal Abu Bakar Ba'asyir tidak dibahas," katanya. 

Kabar rencana bebas bersyarat Abu Bakar Baasyir menjadi sorotan. Pasalnya Terpidana Terorisme itu enggan membuat pernyataan kesetiaan pada NKRI seperti yang diatur Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.

Kemarin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan jika pemerintah mempertimbangkan keputusan terkait pembebasan Abu Bakar Baasyir.

Ia menilai dalam hal ini presiden bersama menteri dan pejabat terkait perlu melakukan kajian mendalam soal rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir. (RH) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00